
Ratusan sopir angkot berunjuk rasa di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta
JawaPos.com - Ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang biasa beroperasi di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (22/1) siang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Mereka mengecam kebijakan penataan Kawasan Tanah Abang.
Para sopir angkot terdiri atas trayek 03A Karet-Roxi, trayek 08 Tanah Abang-Kota, trayek 03 Benhil-Roxy dan M10 Tanah Abang-Jembatan Lima. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno untuk segera menghentikan konsep penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang yang telah dilakukan sejak satu bulan yang lalu itu.
Menurutnya, ruas jalan sepanjang 400 meter yang kini ditempati PKL untuk berjualan merupakan jalan umum yang mestinya digunakan tempat mereka menarik penumpang.
"Itu kan fungsinya untuk kendaraan. Sesuai dengan fungsinya itu kan untuk kendaraan itu harapan kami. Harus dikembalikan ke fungsi awal. Trotoar ya jadi trotoar, jalan ya menjadi jalan bukan tempat jualan," ujar Koordinator Aksi Sopir Angkot, Andreas.
Dia berharap agar peserta aksi dapat dipertemukan dengan Anies. Bahkan dia juga mengancam akan menemui anggota DPRD untuk merealisasikan keinginan para sopir angkot. "Kami akan ke DPRD, kami akan minta DPRD untuk gunakan hak interpletasinya untuk bisa panggil gubernur," tukasnya.
Selain sopir angkot, dalam aksi tersebut juga diikuti sejumlah masyarakat yang tinggal di kawasan Pasar Tanah Abang karena turut merasa dirugikan dengan adanya kebijakan tersebut. "Bahkan ada perwakilan warga sekitar ini dari RW 01, 02, 04," imbuh Andreas.
Sementara demo terus dilakukan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Andri Yansyah datang menghampiri kerumunan demonstran dari balik pagar gedung Balai Kota. Dia mengajak beberapa perwakilan dari masing-masing trayek untuk melakukan pertemuan.
"Kumpul saja masing-masing trayek dua orang, dicariin tempat. Nanti sampaikan apa tuntutannya, apa yang diinginkan," kata Andri pada kesempatan yang sama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
