Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Desember 2017 | 17.11 WIB

Meski SPBU Daan Mogot Ramai, Perampok Nekat Tembak Mati Nasabah Bank

Lokasi perempokan SPBU Daan Mogot - Image

Lokasi perempokan SPBU Daan Mogot

JawaPos.com - Perampokan sadis menggunakan senjata api terjadi di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Kejadiannya Jumat siang, 9 Juni 2017. Meski ramai orang, para perampok nekat beraksi. Hingga akhirnya korban yang bernama Davidson Tantono, 30, ditembak mati saat mempertahankan tas berisi Rp 350 juta.


Aksi perampokan berawal saat korban usai mengambil uang di bank di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Korban sudah dibuntuti oleh kawanan perampok mulai dari bank. Sampai akhirnya ban mobil korban kempis terkena ranjau paku yang ditebar pelaku. Davidson saat itu telah merasakan ada kejanggalan saat bannya kempis.


Korban tetap memaksakan melajukan kendaraannya mencari tempat ramai. Sekitar pukul 13.00 WIB korban memasuki SPBU Daan Mogot untuk mengisi angin. Pada saat itulah, kawanan perampok datang dan mengambil tas hitam yang dia tempatkan di bangku kemudi. Sadar disatroni perampok, korban sempat memberikan perlawanan. Namun, pelaku tambah beringas, hingga akhirnya pelaku menembak Davidson di bagian pelipis.


Korban seketika roboh dan tewas di tempat. Setelah menembak Davidson, pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa uang Rp 350 juta. Rencananya uang tersebut akan digunakan korban untuk membayar gaji dan THR para karyawannya. Warga yang berada di lokasi kejadian tidak banyak berbuat. Warga takut karena korban membawa senjata api.


Modus Perampokan Nasabah Bank Sangat Rapi


Davidson ditembak mati perampok saat mempertahankan tas berisi uang Rp 350 juta. Korban berpapasan dengan pelaku setelah ban mobilnya sengaja dibuat kempis. Para pelaku saling berbagi peran. Ada pelaku berperan memantau pergerakan korban dan penyebar paku guna melumpuhkan kendaraan yang digunakan korban.


“Artinya, bahwa dia akan melihat, mengidentifikasi nasabah yang akan mengambil uang di situ. Kira-kira siapa di situ yang mengambil uang, dia kan tahu ciri-cirinya seperti apa. Orang itu hanya di dalam bank saja melihat,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.


Setelah diketahui calon korban, si pengintai mengabarkan ke rekan-rekannya. Selanjutnya pelaku yang bertugas menyebar paku, melaksanakan kewajibannya. Paku disebar persis di area ban mobil korban. Paku bukan yang seperti sewajarnya dipakai sehari-hari.


“Pakunya itu bukan sembarang paku, tapi sudah dimodifikasi. Jadi kalau pakunya itu terkena ban nanti akan kempes. Jadi berapa menit gitu, pelaku sudah mempelajari,” jelas Argo.


Lokasi kempisnya ban kendaraan juga telah diperkirakan. Namun, dalam kasus Davidson, korban justru tidak seketika berhenti saat ban mobil yang ditumpanginya bocor. Diduga, korban telah curiga roda kendaraannya kempis tiba-tiba. “Korban ini tak menghiraukan bannya kempes, tetap dia berjalan terus mencari tempat ramai dan masuk SPBU,” kisahnya.


Meski begitu, pelaku rupanya tak gentar. Setelah sempat mendapat perlawanan, korban akhirnya menyerah usai ditembak mati. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku tersisa. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah uang yang didapat tak sampai Rp 350 juta.


Dikejar Sampai Banyuwangi, Kapten Ditembak Mati


Polisi langsung melakukan olah TKP dan melakukan pengejaran. Akhirnya, tiga orang pelaku berhasil dibekuk di Banyuwangi Jawa Timur. Salah satunya adalah perempuan. Mereka adalah SFL sebagai penembak dan NZR selaku kapten komplotan yang merupakan pengintai dan penghadang, serta RCL yang merupakan pacar SFL yang membantu pelarian para tersangka setelah melakukan aksinya.


Polisi juga terpaksa menembak mati SFL karena melakukan perlawan saat diminta petugas menunjukan lokasi penyimpanan senjata api yang digunakan saat aksi perampokan. "Kapten komplotan yang berinisial SFL yang berperan sebagai eksekutor korban, kita tembak karena melakukan perlawanan," kata Argo, Selasa (20/6).


Setelah dilakukan pendalaman kasus, disimpulkan bahwa ada 14 tersangka dalam kasus perampokan sadis tersebut. Polisi juga menyebar sketsa wajah pelaku yang masih buron. Sebelumnya, polisi menangkap empat pelaku masing-masing berinsial DTK, IR, TP, dan M. Dalam operasi mereka, keempat pelaku memiliki tugas sendiri-sendiri.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore