
Ilustrasi.
JawaPos.com - Maraknya peristiwa pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab, membuat masyarakat resah. Hal ini dikarenakan pengawasan dari orang tua kepada anaknya masih kurang.
Merujuk pada peristiwa itu Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Rita Pranawati mengatakan sangat sulit menyelesaikan problem sosial tersebut. Dia merasakan ada gap-gap yang harus diselesaikan dalam beberapa program yang dicanangkan oleh KPAI.
Dalam program dan pencapaian yang ditargetkan tidak sesuai dengan harapan. Program yang dimaksud adalah program pengasuhan, yang menjadi sasarannya adalah orang tua agar menjadi pengasuh yang baik.
"Karena pengasuhan itu sangat teknis tidak bisa klasikal, bisa dalam skala yang besar. Hal seperti itukan penting. Mengajarkan kepada orang tua untuk pencegahan (pelecehan seksual)," ujar Rita Pranawati, saat dihubungi JawaPos.com, Jakarta, Kamis (14/12).
Seperti halnya pada kasus pencabulan yang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Korban dengan inisial F mendapatkan perlakuan tidak baik dari predator anak. Dan baru diketahui saat dimandikan oleh orang tuanya.
"Harus ada langkah responsif dan preventif dari orang tua. Kadang anak kecil yang orang tuannya sibuk tidak pernah dimandikan oleh orangtuanya langsung. Maka saat ini lebih baik orang tua lebih peduli kepada sang anak," tutur
Dia menjelaskan langkah-langkah yang preventif agar anak bisa terhindar dari kejahatan seksual. Hal tersebut dikarenakan orang tua tidak bisa mengawasi anak selama 24 jam penuh sehingga cara tersebut menjadi salah satu alternatifnya.
"Seperti mengungkapkan ketakukan atau ketidak nyamanan kepada orang yang ia percaya. Meskipun tidak ada org tua, tapi bisa dengan mengungkapkan kepada orang yang ia percaya. Kadang-kadangkan pelaku juga orang dekat, jadi harus ada yang bisa ia percaya. Itu penting sebagai langakah yg preventif," papar rita.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
