
Polisi membongkar makam dan mengautopsi jasad Hilarius Christian Event Raharjo (15), di TPU Cipaku Lama, Kota Bogor, Selasa (19/9) pagi.
JawaPos.com - Kendati telah setahun dikuburkan, namun kasus kematian Hilarius Christian Event Raharjo, 15, masih terus diungkap oleh aparat Satreskrim Polresta Bogor. Dari hasil otopsi terbaru tim Spesialis Forensik Polda Jabar di kuburan siswa SMA Budi Mulia Kota Bogor itu, didapatkan fakta baru.
Tim forensik mengangkat jenazah korban yang berada di TPU Cipaku Lama, Kota Bogor, pada Selasa (19/9). Pemeriksaannya dilakukan langsung di lokasi secara tertutup.
Dipimpin tim Spesialis Forensik Polda Jabar Kompol dr M. Ihsan Wahyudi, otopsi tersebut disaksikan langsung oleh orang tua Hilarius, Maria Agnes dan Vinansius Raharjo. Setelah lebih dari tiga jam, polisi menyudahi otopsi itu dan kembali memakamkan jenazah Hila.
Kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), Ihsan menjelaskan bahwa meski Hila mati setahun silam, pihaknya masih bisa melihat adanya pembusukan yang terhambat. Itu merupakan indikasi awal adanya kelainan. "Beberapa bagian tubuhnya tampak utuh dan bagus. Mungkin karena diformalin, jadi kami terbantu," jelasnya.
Benar, saat pemeriksaan lebih dalam, forensik menemukan kelainan di beberapa organ dalam. Diduga, temuan tersebut adalah dampak kekerasan.
"Saya tidak bisa menyebutkan, tapi memang kami temui berada di organ dalam. Kami temukan. Kelainannya seperti apa, saya tidak bisa menjelaskannya," tuturnya sambil menegaskan kasus itu masih diselidiki.
Meski begitu, Ihsan menjelaskan bahwa adanya pembusukan yang terhambat tersebut memang menjadi kelainan yang patut ditelusuri penyebabnya.
Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Ahmad Choerudin menambahkan, dari hasil pemeriksaan tim forensik Polda Jabar, pihaknya menemukan titik terang terkait penyebab kematian yang hasilnya akan dikonfirmasi beberapa hari ke depan. "Alhamdulillah, dari hasil otopsi, jenazahnya terbilang masih utuh. Tidak ada yang dibawa ke lab. Kebetulan, dari hasil kasat mata Polda Jabar, sementara sudah bisa kami tentukan hal ini," imbuhnya.
Dengan bukti hasil forensik serta pemeriksaan belasan saksi, Choerudin yakin pihaknya bisa segera menetapkan tersangka kematian Hila. Sejak bocah bertubuh tinggi itu tewas karena dipaksa berduel oleh seniornya pada Januari 2016, polisi memeriksa 17 saksi. Termasuk dari pihak kedua sekolah, pelaku dan korban.
"Jumlah pelaku akan kami kembangkan dulu. Tapi, nama-namanya sudah kami kantongi. Untuk pasal, kami bakal menerapkan 351 ayat 3. Ancamannya lebih dari lima tahun," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Maria Agnes, ibunda Hilarius, tak banyak berkata-kata. Didampingi sang suami, dia tak kuasa menahan tangis.
Sesekali Maria menangis dan bersandar di pundak suaminya. "Yang salah, salah, gitu. Jadi, jangan salah diringankan karena alasan di bawah umur. Toh, yang dihasilkan mereka juga sama. Orang dewasa juga membunuh, mereka meninggal kan. Jadi, enggak main-main sama nyawa. Jangan sampai terulang. Cukup Hilarius. Saya sudah kecewa banget. Jadi, jangan terjadi lagi kaya gini. Dan, mudah-mudahan enggak ada intervensi dari yang lain. Enggak perlu yang salah diringankan. Apa adanya saja," ungkapnya seusai menyaksikan pembongkaran.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
