Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Februari 2017 | 21.25 WIB

Polisi Larang Demo di Masa Tenang Kampanye, Nih Kelanjutan Aksi Bela Ulama

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana meminta sejumlah pihak untuk mengurungkan rencana unjuk rasa dalam Aksi Bela Ulama tanggal 11, 12 dan 15 Februari. Pasalnya, menurut Suntana, tanggal tersebut adalah masa tentang kampanye Pilkada DKI Jakarta. Sehingga berpotensi akan menganggu ketertiban jalannya masa tenang.

"Kalau minggu tenang itu jelas enggak boleh, apapun bentuk kegiaatan politik tidak boleh," ujar Suntana di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (6/2).

Suntana juga meminta kepada Komisi Pembilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, mengenai larangan unjuk rasa di masa tenang tersebut. "Jadi akan menyampaikan imbauan masyarakat ya," katanya.

Sementara itu, ujuk rasa yang dinamai Aksi Bela Ulama tersebut dikatakannya juga belum mendapatkan izin dari Polda Metro Jaya. Sehingga adanya unjuk rasa tersebut akan ilegal. "Secara resmi belum ya," pungkasnya.

Sebelumnya beredar informasi, adanya ajakan melakukan unjuk rasa yang dinamai dengan Aksi Bela Ulama. Rencana aksi tersebut akan dilakukan 11, 12, dan 15 Februari. Adapun 39 organiasi kemasyarakatan (ormas) berserta Front Pembela Islam (FPI) akan melakukan unjuk rasa.

Sementara tema unjuk rasa itu adalah 'Umat Musliim Wajib Memilih Pemimpin Muslim dan Umat Muslim Haram Memilih Pemimpin Nonmuslim (Haram)'. (cr2/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore