
Bus Transjakarta
JawaPos.com - Angka kecelakaan lalu linta di jalur bus Transjakarta atau busway pada 2016 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu tidak terlepas dari beberapa faktor.
Kasubdit BinGakum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menyebutkan, tingginya angka kecelakaan di jalur busway karena banyak faktor. “Memang pengendara ada yang sengaja menerobos jalur busway itu tidak sedikit. Tentu ini berbahaya, karena busway itu melaju sesuai jalurnya,” ungkap AKBP Budiyanto di Jakarta, Rabu (25/1).
Budiyanto menerangkan salah satu alasan dari pengendara nekad untuk masuk ke jalur busway, karena inginmenerobos kemacetan. Memang untuk mengantisipasi pengendara agar tidak masuk ke jalur busway pihaknya telah menindak dengan tegas.
Akan tetapi aparat kepolisian hanya bisa menindak para pengendara yang kedapatan, sementara di depan jalur, ada petugas khusus. “Namun memang tidak bisa dijaga selama 24 jam penuh, hanya jam-jam tertentu saja,” sambungnya.
Untuk diketahui, angka kecelakaan lalu lintas di jalur busway mengalami peningkatan di 2016 dibandingkan 2015. Di 2015 ada 23 kasus dengan jumlah korban tewas 3 orang dan luka berat 4 orang.
Sementara di 2016 menjadi jumlah laka lantas mencapai 96 kasus dan korban tewas 7 orang serta lima luka berat. "Ini akan menjadi perhatian khusus pada tahun 2017, kita berharap ada penurunan," tegasnya.
Dia juga menuturkan pada 2015 total ada 54 kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Lalu di tahun 2016 ada 73 kendaraan yang terlibat.
Menurut AKBP Budiyanto, adanya peningkatan jumlah kecelakaan di jalur bebas macet itu karena rendahnya disiplin pengendara. Sehingga kebanyakan warga mengabaikan keselamatan hanya untuk menghindari macet.
"Hasil analisa dan evaluasi terhadap kejadian laka lantas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, khususnya di koridor jalur busway terjadi tren peningkatan baik dari Jumlah kejadian maupun fatalitasnya," katanya.
Disebutkannya lagi, saat ini pihaknya memberikan perhatian khusus di beberapa koridor busway. Koridor itu dianggap banyaknya pelanggar lalu lintas.
“Ada koridor III Kaluderes - Harmoni, koriodor VII Kampung Melayu - Kampung Rambutan, koridor VI Ragunan - Kuningan, koridor VIII Lebak Bulus - Harmoni, koridor IV Pulau Gadung - Dukuh Atas. Itu semuanya setiap tahun pasti ada kejadian (kecelakaan),” bebernya.
Selanjutnya, pihaknya tetap akan melakukan sterilisasi serta penindakan bila ditemukan pengendara yang menerobos jalur busway. (elf/JPG)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
