Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Januari 2018 | 17.49 WIB

Pasar Senen, Primadona Pakaian Bekas yang Kini Mulai Ditinggalkan

Kondisi luar pasar senen - Image

Kondisi luar pasar senen

JawaPos.com - Siapa yang tak mengenal pasar Senen, pasar legendaris ini adalah pasar tertua di Ibu Kota DKI Jakarta. Sejak dicanangkannya pembangunan Pasar Senen oleh mantan Gubernur Ali Sadikin, tempat ini menjadi salah satu pusat perekonomian.


Pasar Senen, selain mempunyai historis panjang, kios-kios dagangan bekasnya menjadi primadona masyarakat menengah bawah.


Pasar Senen menjadi salah satu pasar terbesar sebagai pusat busana bekas di Indonesia. Di pasar ini, berbagai macam busana ditawarkan seperti baju, sendal, sepatu bahkan tas, topi dan masih banyak lagi barang yang ditawarkan.


Seorang pedagang tas dan sepatu bekas, Emen (39) mengatakan, dagangannya sudah tak seramai dahulu kala paska kebakaran tahun 2014.


Pasalnya, kios yang dihuni pedagang kini dinilai terlalu kecil, dan tidak dapat menampung banyak barang. Sehingga pedagang tidak bisa menjual seluruh  dagangannya, terlebih lagi mahalnya ongkos kirim barang yang di impor langsung dari Singapore.


"Kalau dibandingkan dulu jauh beda, ramaian dulu. Sekarang kios kecil, jadi kita enggak bisa ngambil barang banyak, secukupnya aja. Tambah lagi harga ongkos kirim jadi mahal, kan kita semua barang impor ambil dari Singapora," kata Emen saat ditemui di Pasar Senen, Jumat (12/1).


Padahal kata Emen, dulunya kios pakaian bekas di Pasar Senen selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung. Tak hanya kalangan kelas menengah ke bawah, tetapi kalangan menengah atas setaraf artis ibu kota juga sering kali berburu pakaian-pakaian bekas.


"Jangan salah, biar kita jual barang bekas yang beli bukan cuma orang-orang enggak mampu. Dulu waktu masih digedung lama banyak artis-artis yang datang seperti Kang Ovi, Eli Gigi terus baru-baru ini juga si Mongol stand up komedi," ungkapnya.


Emen menerangkan, barang yang dijualnya berkisar dari seratus ribu rupiah sampai jutaan. Harganya yang terbilang cukup mahal itu untuk pakaian bekas kata dia jauh lebih murah dibandingkan membeli barang baru. Brand-brand ternama pun dijualnya seperti Rubi, Keds, Vans dan masih banyak lagi lainnya.


"Memang kalau buat barang bekas harga segitu terbilang mahal, tapi kalau buat orang-orang yang ngerti brand ini jauh 80 persen lebih murah. Makanya banyak artis-artis yang datang kesini," ujar Emen.


Senada dengan pedagang pakaian bekas, Dedi, 28 mengaku, kerap kali melihat penampakan artis tanah air ibu kota. Menurutnya, kondisi barang yang masih layak pakai dengan merek dan harga murah menjadi buruan pembeli. Tak kira-kira, Artis Vino G Bastian bahkan pernah berbelanja di pusat pakaian bekas ini.


"Banyak mbak, artis yang paling terkenal Vino G Bastian aja dulu pernah belanja jeans sama jaket jeans yang belel-belel gitu. Kan dulu musim celana sobek-sobek gitu, sampai heboh satu pasar," kata Dedi di lokasi yang sama.


Setelah pernah menjadi primadona, kini kata Dedi, sudah jarang sosok artis yang terlihat. Menurutnya, hal itu dikarenakan naiknya harga impor barang sehingga para pedagang juga harus menaikkan harga pasaran.


"Sekarang boro-boro artis, orang biasa aja sudah jarang yang beli. Soalnya, harga kita naik karena mengikuti harga ongkos kirim, bayangin aja dalam sebulan bisa naik lima ratus ribu rupiah, mau engga mau harga kita naikan juga, kalau engga gitu kita engga dapat untung," terangnya.


Padahal dulu dikatakan Dedi, saat Pasar Senen masih di gedung lama, masih banyak para pedagang yang hanya menjual dagangannya seharga Rp 1.000, namun saat ini harga yang paling murah dibandrol Rp 5.000.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore