Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 April 2018 | 22.40 WIB

Perempuan Tangguh, Tinggalkan Lima Anak Masih Kecil Jadi Driver Ojol

Tri Puspita, pengemudi ojek online yang sehari-hari sangat dibutuhkan masyarakat dalam bepergian dan melakukan perjalanan.. - Image

Tri Puspita, pengemudi ojek online yang sehari-hari sangat dibutuhkan masyarakat dalam bepergian dan melakukan perjalanan..

Hari Kartini hanya ada setiap setahun sekali, yakni jatuh pada 21 April. Namun, tak perlu menunggu waktu tersebut untuk menemukan perempuan yang menginspirasi dan selalu berjuang untuk bertahan hidup. Sosok seperti Raden Ajeng Kartini sejatinya selalu menghiasi pusat hingga sudut-sudut kota.


Oleh: Yesika Dinta


Terik matahari, basahnya hujan, hingga dinginnya angin malam tak menyulutkan semangat seorang ibu lima anak di Jakarta. Dia adalah Tri Puspita, pengemudi ojek online yang sehari-hari sangat dibutuhkan masyarakat dalam bepergian dan melakukan perjalanan.


Usianya 37 tahun, usia yang masih cukup produktif untuk membantu suaminya bekerja. Alasan itu masuk akal karena dirinya masih harus membesarkan lima anak yang salah satunya masih balita.


Seakan tak peduli dengan kondisi kesehatan, perempuan berhijab itu bekerja keras sejak matahari terbit sampai bulan bersinar. Jaket hitam dengan logo Grab pun selalu menemani perjalanannya yang tak hanya mengantar penumpang, malainkan juga barang dan makanan.


“Dari subuh sampai malam (bekerja). Sampai kadang saya tidur di masjid, tidur siang,” kata Tri saat ditemui JawaPos.com usai mengantar pesanan makanan di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/4) sore.


Dirinya tak bisa menyembunyikan wajah lelah di matanya. Entah sudah berapa kilometer ia tempuh dengan sepeda motor bebek warna hitam putih milik suaminya.


Banting tulang seharian, penghasilan Tri hanya cukup untuk makan dan jajan anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Namun begitu, dia bersyukur karena kehidupannya kini lebih baik dibanding masa lalunya yang hidup berbekal uang hasil berjualan nasi uduk di rumah.


“Alhamdulillah, Rp 150-200 ribu pasti dapat. Buat ekonomi mendingan (jadi pengemudi) Grab (daripada berjualan nasi uduk). Kita buat jajan anak di rumah nggak terlantar deh,” tutur istri dari seorang petugas keamanan gedung Perpustakaan Nasional itu.


Tentu pekerjaannya itu sulit, Tri tidak dapat mengurus anak-anaknya dengan maksimal. Tidak bisa menjaga dan menemani mereka, bahkan si kecil yang masih berusia 1,5 tahun hanya bisa ditimangnya saat larut malam.


“Yang penting saya di rumah sudah sediain makanan, uang, buat anak-anak. Jadi saya juga ngojek tenang,” kata perempuan yang tinggal bertujuh dalam satu kontrakan di Kramat Sentiong, Jakarta Pusat itu.


Perjuangan Tri lantas mengingatkan kepada sosok pahlawan perempuan yang semasa hidupnya berjuang untuk kesetaraan gender. Dirinya tak lain seperti Ibu Kartini, yang telah menjadi inspirasi perempuan Indonesia untuk mendapatkan hak dan kesempatan yang sama seperti laki-laki.


“Kita waspada, hati-hati di jalan. Alhamdulillah selama ini nggak dapat penumpang yang macam-macam,” ungkapnya lagi-lagi dengan mengucapkan syukur. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore