
Lokasi ledakan di Duren Sawit dikawal ketat aparat polisi
Jawapos.com - Kapoda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian menduga pelaku teror bom di Duren Sawit, Jakarta Timur, motifnya masalah bisnis dan pribadi. Perwira berbintang dua itu mengatakan kasus teror di Gedung Multiprianti ini bukan dilakukan kelompok terorisme radikal.
”Kami curigai adanya kepentingan pribadi dan kepentingan bisnis. Dan teror ini bukan masalah simbol ideologi,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, saat berada di Mapolsek Bantargebang, kemarin.
Tito memprediksi, bom yang terjadi di daerah Duren Sawit itu lebih bersifat individual. Sebab, di dalam gedung itu telah diisi sejumlah perusahaan. Totalnya, kata dia, ada 20 PT yang disewakan oleh pemilik gedung tersebut.
”Jadi gedung ini bukan simbol yang layak untuk diserang dari segi ideologi,” ujarnya.
Meski begitu, kata Tito, untuk bisa mengetahui lebih jelasnya soal motif ini maka harus menunggu penangkapan pelaku. ”Kita tunggu dulu penangkapan pelakunya agar bisa memastikan motif dan yang lainnya,” jelasnya.
Adanya kesamaan dengan motif bom di Mal Alam Sutra Tangerang, kata Tito, hampir mirip. Akan tetapi, untuk bom Alam Sutra hanya kepentingan segi bisnis. ”Kalau bom di Duren Sawit, sepertinya campuran, antara kepentingan bisnis dan pribadi,” jelasnya.
Namun Kapolda menduga kalau dilihat dari situasi dan lokasi kejadian kemungkinan karena ketidakpuasan orang terhadap manajemen yang ada di gedung itu, “Atau kemungkinan ada hal-hal yang berkaitan dengan sewa menyewa,” ujarnya.
Ledakan yang terjadi di Gedung Multipiranti Graha, terjadi Senin (16/11) dini hari itu menggunakan sebuah granat. Konon jenis granat yang dipakai pelaku adalah jenis Manggis.Granat yang biasa disebut granat genggam itu adalah peledak yang biasa digunakan untuk melumpuhkan dari jarak 10 sampai 30 meter. Akibat insiden ledakan itu seorang satpam terluka dan kini dirawat di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. (dny/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
