
Pegawai hotel horison Malang berada di bawah ayam raksasa di lobby hotel (24/01).
JawaPos.com - Berdasarkan perhitungan kalender Imlek, 2017 merupakan tahun ayam api. Beragam harapan dan prospek masa depan akan membaik meskipun banyak terjadi gejolak yang harus disikapi dengan bijaksana.
Tahun politik saat ini pemerintah akan menentapkan kebijakan ketat. Begitu pula pemerintahan di berbagai negara akan lebih jantan mengatasi masalah. Memberikan solusi yang menenangkan.
Menurut Ki Subur yang tersohor sebagai dalang Wayang Potehi itu, menatap 2017 dengan penuh harapan. "Saya juga berdoa agar hokinya bagus di Tahun Ayam Api," kata pria kelahiran Surabaya, 25 Mei 1962 itu.
Banjir rezeki juga menghampirinya selama menyambut Imlek. Dia didaulat tampil pentas di Jakarta dan Tangerang membawakan Wayang Potehi. "Ayam itu memiliki karakter khas. Mencari makan bisa dimana saja, melambangkan pekerja keras yang ulet," ungkapnya dilansir INDOPOS (Jawa Pos Group).
Dalam menyampaikan pesannya di Tahun Ayam Api, Ki Subur menguraikan dalam lakon Wayang Potehi yang sering ditampilkannya. Cerita panjang dua jam cukup seru ditampilkannya.
Sosok ayam, kata dia, mencerminkan kegigihan mencari makan dan pekerja keras serta fokus. Meskipun sepanjang 2017 akan banyak kritikan terhadap kinerja. Untuk itu, diperlukan keberanian menghadapi kompetisi tekanan dan masalah. Berjuang pantang mundur untuk mendapatkan hasil baik.
Tahun Ayam Api juga mengajarkan ketertiban, pengawasan dan perencanaan strategi. Sebaiknya dilakukan langkah diplomasi tepat untuk meraih kesuksesan.
Ayam merupakan mahluk pertama yang bangun di pagi hari tepat waktu. Memiliki ketaataan dan fokus. Sosoknya yang jantan juga suka memamerkan kekuasaan dan banyak masalah bisa datang dari sikap dominasinya. Dengan ketelitian mengatasi masalah jadi mudah.
Untuk itu perlu diingat dan kehati-hatian, teliti dalam pengelolaan keuangan jadi kunci utama. Dalang Ki Subur mengulas Tahun Ayam Api dalam kisah Cap Pwee Lo Hoan Ong. Kisah yang mengangkat cerita klasik Tiongkook tentang pemberontakan 18 raja yang ingin memperluas kekuasannya. Masalah kekuasaan tersebut juga banyak dialami di berbagai negeri.
"Untuk itu, pemimpin harus memiliki profil menjalankan tugas dengan baik. Memiliki prospek karir yang baik. Karakter mempunyai dedikasi tinggi," kata Ki Subur.
Menghadapinya dengan bijaksana karena melambangkan sosok ayam jantan. Membuat keputusan dalam momentum yang tepat. Sementara dari sisi untuk bisnis dapat memiliki kesempatan melakukan investasi. Beragam jenis yang menarik seperti bidang farmasi, tren gaya hidup seperti fesyen, dekorasi, asesoris dan ritel. (yer/yuz/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
