
Gubernur DKI Anies Baswedan saat memantau Tanah Abang dengan bus Transjakarta.
JawaPos.com - Penataan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan sistem penutupan satu jalur untuk berdagang dan satu jalur hanya untuk Transjakarta banyak ditanggapi negatif oleh berbagai pihak. Pasalnya konsep tersebut dianggap menyalahi aturan penggunaan jalan dan angkutan.
Namun berbeda dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta yang justru memahami maksud dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL) agar tetap bisa berjualan.
Anggota Komisi B DPRD DKI Syarifuddin menyatakan, penggunaan jalanan sebagai lokasi PKL merupakan bentuk urgensi dari Pemprov DKI dalam penataan tanah abang. Sebab, jumlah pedagang menjadi salah satu faktor sulitnya relokasi.
"Para PKL yang berada disana sangatlah banyak dan tidak memungkinkan membawa seluruh PKL kedalam pertokoan tanah abang," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (26/12).
Menurutnya, di awal penerapan konsep menjadi wajar jika menuai pro dan kontra dari masyarakat. Kebijakan pun masih memungkinkan terjadi perbaikan. "Kan masih ada yang membandel berdagang di trotoar. Ya harapan kita semuanya bisa ditertibkan dan PKL harus patuh dalam aturan yang ada," tutur Syarif.
Politikus Partai Hanura itu juga meminta agar Anies segera menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) yang mengatur mengenai penataan Tanah Abang agar memberikan jaminan kepada PKL bahwa tidak akan ada lagi penggusuran atau relokasi ketempat lain.
"Ya harusnya kedepan ada payung hukum sehingga pedagang juga memiliki payung hukum dan kepastian," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim penataan jangka pendek yang dilakukan sejauh ini sudah berlangsung baik. Hal itu terbukti dari peningkatan tajam pengguna bus Tanah Abang Explorer yang kini mencapai hampir 10 ribu penumpang.
"Dengan tanah abang explorer sudah mendekati 10 ribu (penumpang). Ini bisa tembus 500 ribu pengguna TJ. Berarti ini masukan yang sangat besar," kata Sandi saat ditemui terpisah. (yes/Yesika)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
