Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Desember 2017 | 14.45 WIB

Disdik DKI Awasi Beredarnya Buku SD Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Buku yang mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. - Image

Buku yang mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.


JawaPos.com - Dalam buku Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) keluaran Penerbit Yudhistira, dituliskan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota dari Israel sudah mulai tersebar di Ibu Kota Jakarta. Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menelusuri kebenaran peredaran buku tersebut.


Buku itu menjadi ramai diperbincangkan apalagi menyusul keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu lantas menuai respons beragam dan sebagian besar mengecam hal tersebut.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI membenarkan bahwa isi buku yang beredar viral lewat unggahan warganet di Facebook, Twitter, dan WhatsApp adalah terbitan Yudhistira. Buku itu telah melalui evaluasi Kemendikbud pada 2008.


Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susi Nurhati mengatakan buku kelas 6 SD IPS sudah mulai tersebar di Jakarta. Menurut dia, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto sudah menyebarkan surat edaran kepada seluruh sekolah di Jakarta.


Agar penggunaan buku tersebut tidak digunakan kembali. "Para kepala sekolah SD negeri dan swasta segera melakukan pemeriksaan terhadap materi pelajaran IPS kelas VI kurikulum 2006 pada seluruh buku dan berbagai sumber penerbitan," tutur Susi saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (16/12).


Apabila ditemukan materi yang mencantumkan nama ibu kota negara Israel adakah Yerusalem, kata harus menghentikan penggunaan buku tersebut. "Pihak sekolah juga harus melaporkan secara tertulis kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Selain itu upaya pencegahan juga harus dilakukan pihak sekolah," pungkas dia.


Penerbit Buku Yudhistira akhirnya buka suara soal informasi dalam Buku Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 6 SD yang tersebar viral di media sosial. Yudhistira secara resmi menyatakan permohonan maaf dan mengaku keliru dalam memuat informasi soal ibu kota Israel dalam buku terbitannya.


Dalam Surat Pemberitahuan yang diterima wartawan, Rabu (13/12), Kepala Penerbitan Yudhistira Dedi Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya mengambil data dari sumber internet world population data sheet 2010.


"Kami tidak mengetahui kalau ternyata data tersebut masih menjadi perdebatan dan belum diakui secara internasional," kata Dedi dalam surat dengan Nomor 12/Pnb-YGI/XII/2017.


Surat itu ditujukan kepada kepala sekolah dan guru pengajar. Dedi mengatakan, beberapa sumber di internet juga mencantumkan hal yang sama. Yakni, Yerusalem merupakan Ibu Kota Negara Israel.


Terkait hal itu, Penerbit Yudhistira meminta maaf kepada masyarakat atas kekeliruan mereka dalam memberikan informasi yang dimuat di buku. "Kami akan melakukan perbaikan atau revisi isi buku tersebut pada cetakan berikutnya," pungkas Dedi.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore