
Henny Silalahi Ibunda Bayi Tiara Debora saat di KPAI.
JawaPos.com - Henny Silalahi, ibunda bayi Tiara Debora yang meninggal di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres berharap ada keadilan yang diterapkan pada kasusnya.
Pasalnya, sang buah hati yang baru berusia 4 bulan itu meninggal dunia karena kendala biaya yang diminta pihak rumah sakit untuk masuk ke ruang PICU, sedangkan rumah sakit belum melayani pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.
Sementara, pihak rumah sakit mengklaim sudah menangani pasien sesuai prosedur di ruang IGD dan diberikan resusitasi yang fungsinya sama dengan ruang PICU. Sambil menunggu proses administrasi, pihak rumah sakit menegaskan tetap menangani bayi Debora sesuai prosedur.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengungkapkan tak ada kesalahan dalam penanganan medis terhadap pasien. Kesalahan terjadi hanya pada miskomunikasi dan permintaan uang muka di tengah situasi kegawatdaruratan.
Dengan alasan-alasan itu, Henny berharap setidaknya tetap ada sanksi yang diterapkan kepada rumah sakit RS Mitra Keluarga, hal itu untuk memenuhi rasa keadilan di hatinya sebagai ibu.
Kasus bayi Debora, kata dia, sudah menjadi sorotan publik sehingga harus menjadi catatan pelajaran bagi seluruh rumah sakit.
“Harusnya kan ini sudah menjadi sorotan. Pihak rumah sakit dan Dinas lebih perhatian dong. Masa sih sudah sebesar ini enggak perhatian, enggak diaudit. Sungguh tak bisa dipercaya,” tukasnya kepada JawaPos.com, Selasa (12/9).
Henny heran jika nantinya ujung kasus ini tidak memberlakukan sanksi kepada pihak rumah sakit. Hal itu, kata dia, akan dipertanyakan oleh publik.
“Tentu harus ada sanksi. Begini saja deh, cobalah berempati menjadi ibu. Hati perempuan mana yang tak luka jika seperti saya. Cobalah lihat kasus saya dengan hati,” tutur Henny.
Hari ini, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto dan tim investigasi meminta keterangan orang tua Debora. Tim bertemu dengan ayah Debora, Rudianto Simanjorang.
“Saya hari ini tak bisa menemui tim, karena harus kerja. Yang bertemu dengan tim ada suami saya,” kata Henny.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
