
TPU Karet Bivak
JawaPos.com - Kematian merupakan hal yang tidak bisa ditentukan oleh manusia. Sama halnya denga rezeki dan jodoh, hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang tahu semua itu. Hingga manusia dikuburkan dan hanya tersisa tulang belulang. Itulah sebuah keadaan yang disebut takdir oleh manusia.
Oleh: Ikhsan Prayogi
Seorang petugas makam yang setia membersihkan makam, Gimin, 60, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat. Sudah sejak tahun 1970an dia membersihkan makam.
"Ya sekitar 40 tahunan lah dek, istilahnya dari kecil saya sudah di sini. Kerja di sini," tuturnya saat ditemui JawaPos.com, Minggu (28/1).
Saat bercerita Gimin mengatakan bahwa TPU ini pernah banjir pada tahun 1980an. Sampai beberapa makam rusak akibat genang air. Salah satunya adalah papan makam rubuh dan ada juga yang hampir terlepas.
"Tahun '80-an sama tahun 2014 kalau tidak salah, dan itu di Blok AA I soalnya posisi tanah di sana rendah. Sekarang sudah tidak lagi. Karena sudah ada penampungan air. Jadi airnya mengalir ke sana untuk ditampung," ucapnya
Gimin kini masih terus melakoni pekerjaannya dengan sabar dan ikhlas. Penghasilan yang ia dapatkan merupakan dari pemberian seorang ahli waris makam. Satu makam dihargai paling tinggi Rp 50 ribu per makam. Saat ini ia memegang 40 makam. "Alhamdulillah lumayan, yang penting halal," katanya.
Untuk memakamkan jenazah di TPU Karet Bivak, keluarga yang ingin memakamkan cukup membayar Rp 100 ribu saja. Sebab, lanjut Gimin, semuanya sudah anggarannya dari pemerintah.
"Pekerja Harian Lepas (PHL) yang membersihkan makam juga dibayar dari pemerintah. Makanya jadi murah. Banyak yang mikir bayarnya sampai jutaan, sekarang sudah tidak lagi," ujarnya sembari senderan.
Selain itu Gimin tidak bekerja sampai malam. Ia menuturkan hanya bekerja sampai pukul tiga sore saja. Karena menurutnya untuk penjagaan sudah ada petugas lain. "Namanya polisi khusus (polsus). Semacam security. Dia yang keliling makam untuk berjaga," kata Gimin.
Dari lahan tanah seluas 14 hektar, Gimin hafal beberapa orang ternama yang dimakamkan di TPU Karet Bivak ini. Dengan semangata ia menyebutkan beberapa orang terkenal itu. "Ada Fatmawati, Benyamin, Laila Sari, Husni Thamrin, Ismail Marzuki, Chairil Anwar, Anan Tatur, Usmar Ismail, Bing Slamet," tuturnya sambil menerka di mana mereka dimakamkan.
Ada juga beberapa makam pahlawan. Namun makam pahlawan tidak sebanyak di TPU Tanah Kusir. "Ada tulisan 'pejuang 45' dan bendera di belakang makamnya," jelas Gimin.
Meski terlihat asri dan rapi, TPU Karet Bivak juga menyimpan beberapa misteri. Kemudian harus membuat para penjaga makam lari terbirit-birit. Seperti halnya cerita Andriansyah, 33, seorang polisi khusus yang audah mengabdi selama 6 tahun.
"Waktu pertama kerja dan keliling saya sempat melihat hal yang aneh-aneh. Tapi yang paling serem waktu itu ada 'leak' saat saya berjaga," kata Andriansyah.
Andri menggambarkan bahwa penampakan itu sempat membuatnya kabur, saat melihat makhluk tersebut. "Ya kayak hantu yang hanya kepala dan ususnya di luar, terus melayang gitu. Saya pas liat langsung kabur, waktu itu naik motor. Jadi saya langsung ngebut," katanya santai.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
