
Pembuatan bus Transjakarta low entry
JawaPos.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus menambah armada bus terbarunya dengan tipe low entry di PT Karoseri Nusantara Gemilang, dan PT Karoseri Laksana. Menariknya, 300 unit bus yang sedang dalam proses produksi tersebut menggunakan dua material berbeda, yakni aluminium dan metal.
Direktur Teknik PT Transjakarta Wijanarko menjelaskan kelebihan bus yang kulitnya berbahan aluminium. Ternyata, bus yang memiliki pintu masuk rendah itu akan lebih rendah saat dioperasikan.
"Yang rasakan (perbedaan bus dengan aluminium) hanya operator. Lebih ringan," ujar Wijanarko saat ditemui di Pabrik PT Karoseri Laksana, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2).
Selain itu, dengan material aluminium bus akan lebih hemat bahan bakar. Namun, pria yang akrab disapa Koko itu belum dapat memperkirakan seberapa besar penghematannya karena saat ini perakitan bus belum rampung.
"Mesin solar. Iritnya seberapa baru kita coba karena yang aluminium belum jadi," tuturnya.
Dia pun menyebut 101 unit bus dengan komposisi aluminium tersebut memiliki ketahanan yang cukup lama, yakni hingga jangka 17 tahun. Perkiraan itu berdasarkan percobaan yang telah dilakukan di negara Singapura.
“Kalau di Singapura itu bisa 17 tahun. Kita optimis 15 tahun lah,” kata Koko lagi.
Sementara itu, dari 101 unit bus yang sedang diproduksi, baru satu bus yang telah jadi prototype dan masih tahap penyempurnaan. Sedangkan, sisanya secara bertahap masih dalam produksi dan diharapkan semuanya bisa selesai sebelum perhelatan Asian Games pada bulan Agustus 2018 mendatang.
“Kita mintanya seperti itu (selesai sebelum Asian Games). Selesai tidak selesai, harus. Karena saat MRT nanti, Transjakarta akan jadi feeder,” tegasnya.
Sebagai informasi, selain material yang terbuat dari Aluminium, seluruh bus ini juga menggunakan chasis dan mesin Mercedes-Benz O 500 U 1726, dengan panjang 12 meter, bus berwarna orange itu dapat menanggung berat hingga 17 ton. Sedangkan untuk biaya produksi per satu bus berbahan dasar alumunium ini diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 2,1 miliar.
Bus low entry nantinya bisa mengangkut total 73 penumpang terdiri atas 34 penumpang duduk, 37 penumpang berdiri, dan dua penumpang untuk pengguna kursi roda. Selain itu, bus dilengkapi dengan mesin tapping, dua LCD TV di bagian tengahnya, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan alat pemecah kaca.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
