Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Mei 2018 | 10.15 WIB

Ibu Evan dan Nathan Sudah Maafkan Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja

Keluarga dan kerabat menghadiri pemakaman Martha Djumani, korban bom GPPS di TPU Keputih Surabaya, kemarin, Selasa (15/5). - Image

Keluarga dan kerabat menghadiri pemakaman Martha Djumani, korban bom GPPS di TPU Keputih Surabaya, kemarin, Selasa (15/5).

Prosesi tutup peti Vincentius Evan dan Nathanael Ethan berlangsung haru. Sang bunda, Wenny Angelina, datang dan melihat dua buah hatinya itu untuk kali terakhir. Dia tak bisa lama karena beberapa jam kemudian harus menjalani operasi.


M. SALSABYL AND, SURABAYA


---


WENNY datang sepuluh menit sebelum jadwal upacara tutup peti dimulai di persemayaman Adi Jasa kemarin pagi (16/5).


Dia turun dari ambulans yang datang langsung dari RS Bedah, Jalan Manyar, dengan didampingi perawat. Wajahnya tegar. Tatag. Tak menggambarkan rasa sakit meski tubuhnya terluka. Masih ada serpihan kaca di perutnya. Tangannya diperban. Slang infus pun masih menancap.


Sehari sebelumnya Wenny datang dengan kondisi lemas dan hanya bisa tidur di brankar yang didorong petugas rumah sakit. Kemarin dia sudah bisa duduk.


Wenny menuju ke ruang belakang, tempat jenazah dua putranya yang menjadi korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) pada Minggu (13/5) lalu itu berada.


Dia memilih barang-barang kesayangan putranya untuk dimasukkan dalam peti. Tangisnya pecah melihat Evan dan Nathan sebelum jenazah mereka diangkat ke peti. Tangisan Wenny membuat suasana semakin haru. Para pelayat dan keluarga tidak sanggup menahan air mata.


Semua pastor SMTB yang berdiri di samping peti langsung mengenakan atribut lengkap. Pastor Kepala Paroki SMTB Romo Kurdo Irianto mengangkat mik dan memulai perjamuan kudus. Lantas, suara peziarah pun bersatu menjadi doa bagi dua bocah yang terbujur kaku di peti masing-masing.


''Tuhan, kasihani kami. Tuhan, kasihani kami.'' Begitu lantunan para jemaat yang ikut berdoa di rumah duka dengan khusyuk. Lagu dan pujian itu terus mengalun selama setengah jam sampai akhirnya mencapai puncak. Imam jemaat mulai mempersembahkan roti dan anggur. Peziarah pun langsung melakukan komuni, ritual mengulang kembali perjamuan terakhir.


Kemarin Wenny menguatkan dirinya untuk berdiri dengan dibantu beberapa keluarga. Dia berdiri di antara peti Nathan dan Evan. Didampingi Erry, mereka kemudian melihat jenazah putranya bergantian. Mengusap kepala mereka dan menyentuhnya sebelum akhirnya peti ditutup. Murtiyoso Hudoyo, nenek Evan dan Nathan, masih tak kuasa menahan kesedihan. Setiap melihat jenazah cucunya itu, dia menangis.


Kondisi Wenny semakin stabil. ''Puji Tuhan, Wenny sudah memaafkan penjahat itu. Dia memilih menjadi Santa Maria. Seorang ibu yang kehilangan anaknya, namun hidup dengan tegar,'' ujar Ratna Handayani, tantenya.


Hal tersebut disyukuri Romanus Sukamto. Pembimbing agama Wenny saat dia masih menetap di Malang itu bersyukur karena Wenny bisa menemukan kedamaian di tengah musibah. Menurut dia, dibutuhkan keberanian yang besar untuk bisa memaafkan pelaku bom bunuh diri dan melanjutkan hidup.


Romanus menjadi salah seorang romo yang duduk di kursi tamu untuk mengikuti upacara ekaristi. Datang mengenakan jubah, dia tak berkeberatan berjejal dengan peziarah. ''Sebenarnya, jemaat dari Kongregasi Murid-Murid Tuhan di Malang datang pakai bus. Tapi, mereka menunggu di luar karena di sini penuh. Setelah ini mungkin mereka baru menengok petinya,'' jelasnya.


Teman-teman Evan pun hadir dalam acara tersebut. Mereka berkumpul bersama orang tua dan guru untuk menyapa kali terakhir teman sekelas mereka di SDK Petra 1 itu. Tak ada yang menyangka murid teladan di kelas mereka kini telah tiada. Bahkan, mereka belum sepenuhnya percaya bahwa Evan tak bisa lagi bermain zombi bersama mereka. ''Orangnya sabar. Terus pintar matematika,'' ungkap Jefferson Randy, siswa kelas VI A.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore