
Pembukaan prodi bank darah di Unitomo Surabaya, Selasa (30/1).
JawaPos.com - Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) membuka program studi (prodi) Teknologi Bank Darah jenjang D3. Pembukaan prodi tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang spesifik di bidang bank darah di rumah sakit dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Calon mahasiswa yang akan mendaftar dibagi menjadi dua kategori. Yakni, tenaga pengelola bank darah yang sedang menjalani dinas di rumah sakit atau PMI serta masyarakat umum lulusan SMK dan SMA yang sederajat.
Kuotanya dibatasi hanya 60 orang. Persentasenya, calon mahasiswa dinas diberi kuota 40 persen. Sedangkan sisanya boleh diisi calon mahasiswa dari kalangan masyarakat umum.
Ada persyaratan yang perlu dipenuhi calon mahasiswa yang mendaftar. Selain kelengkapan dokumen, pihak kampus hanya menerima pendaftar sehat jasmani dan rohani tanpa cacat fisik. Misalnya, tidak berkebutuhan khusus dan buta warna.
"Bukannya kami memarjinalkan yang berkebutuhan khusus. Tapi kami butuh SDM yang dapat membaca darah. Karena darah itu berkaitan dengan warna," kata Kepala Prodi Fakultas Ilmu Kesehatan Unitoml Miftahul Khairoh ditemui wartawan di Surabaya, Selasa (30/1).
Rektor Unitomo Bachrul Amiq mengatakan, mahasiswa baru akan menerima matrikulasi kuliah pada semester pertama. Materi yang diberikan adalah pembelajaran dasar ilmu kesehatan yang sudah disamakan.
Tujuannya supaya tidak ada pembedaan. Yakni, proses kegiatan perkuliahan antara mahasiswa dinas yang sudah berpengalaman bekerja di institusi kesehatan dengan masyarakat umum lulusan SMA atau sederajat. "Sehingga masyarakat yang lulusan IPS juga boleh mendaftar," terang Bachrul.
Proses pendaftaran akan dilakukan hingga 7 bulan ke depan. Masa aktif kuliah dimulai pada September mendatang. "Lulusannya D3 dan diperbolehkan bekerja di semua institusi bank darah, rumah sakit maupun PMI," jelasnya.
Koordinator Kopertis Wilayah 7 Suprapto menambahkan, ada kemungkinan peningkatan calon mahasiswa yang ingin mendaftar. Sebab kebutuhan tenaga kesehatan di bidang bank darah di Indonesia, khususnya Jawa Timur masih sedikit.
Saat ini, sumber daya manusia yang tersedia hanya lulusan D1. Karenanya, Suprapto menghimbau pihak kampus melakukan pengawasan dan pembatasan jumlah mahasiswa baru. "Jangan sampai membludak. Sesuaikan dengan jumlah. Kalau tidak, saya semprit nanti," tegasnya.
Pernyataan tersebut dibenarkan Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo. Menurutnya, prodi teknologi bank darah jemjang D3 di Indonesia hanya ada di Jakarta dan Surabaya. Keduanya belum menelorkan lulusan satupun.
Imam Utomo menjelaskan, fasilitas unit transfusi darah (UTD) sudah tersedia di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Namun fasilitas tersebut belum ditangani tenaga kesehatan yang lulusan D3. Meski sudah ada dokter yang terlibat dalam pengelolaan tiap UTD.
Setiap UTD membutuhkan setidaknya 60 tenaga ahli bank darah lulusan D3. Sementara ada kebutuhan 660 pack stok darah yang perlu dikelola. "Terutama dengan adanya tenaga lulusan D3 ini, stok darah yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan. Karena selama ini yang tidak terpakai ya dibuang," ulas Imam Utomo.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
