Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Januari 2018 | 01.22 WIB

Masa Liburan, Bandara Juanda Catat 912.266 Penumpang

Suasana di Bandara Juanda, Minggu (31/12). - Image

Suasana di Bandara Juanda, Minggu (31/12).

JawaPos.com - Transportasi udara banyak menjadi pilihan warga saat libur Natal dan Tahun Baru 2018. PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Juanda mencatat ada 912.266 penumpang pada 18-31 Desember 2017. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 11 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.


Sementara jumlah penerbangan tercatat sebanyak 6.342 atau meningkat 11 persen dibanding 2016. Mayoritas penumpang pesawat di Bandara Internasional Juanda menyasar tempat wisata. Seperti Bali, Lombok, dan Jakarta.


Communication and Legal Section Head AP I Juanda Febrian Prayogo mengatakan, kenaikan penumpang karena pesawat bukan lagi transportasi mahal. "Harga tiket maskapai nggak jauh beda dengan kereta api," kata Febrian, Senin (1/1).


Bandara Juanda juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas demi memberikan kenyamanan kepada calon penumpang. Misalnya, koneksi wifi gratis, nursery room, dan kidz playground. Pihak bandara juga menyediakan posko layanan informasi yang buka 24 jam.


Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie memprediksi, tren penggunaan transportasi udara meningkat hingga 15 persen pada 2018. Banyak faktor yang mempengarungi penggunaan transportasi udara.


Antara lain banyak maskapai yang menambah jumlah pesawat, pembukaan rute baru, meningkatnya daya beli masyarakat, dan banyak dibuka bandara-bandara baru. Khususnya di wilayah Jawa Timur.


Selain itu, persaingan antar-maskapai turut menjadi faktor penunjang melonjaknya jumlah pengguna transportasi udara. Tergantung rute dan jadwal penerbangan.


"Saat muatan rendah, mereka (maskapai) banting harga. Saat muatan tinggi, mereka naikkan harga. Meski ada batas harga bawah dan atas untuk kelas ekonomi," jelas Alvin.


Sedangkan dari aspek pengguna, faktor meningkatnya daya beli mendorong masyarakat untuk lebih memilih transportasi udara. Pasalnya, pesawat memiliki unsur efisiensi tinggi dari sisi waktu tempuh. "Misalnya kereta. Itu kan paling cepat sebelas jam," kata Alvin.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore