
KURANG PERAWATAN: Kondisi kendaraan pengangkut sampah dinilai masih layak.
JawaPos.com – Bupati Sambari Halim Radianto tampak kesal. Orang nomor satu di Pemkab Gresik itu Kamis (28/9) jengkel terhadap pegawai dinas lingkungan hidup (DLH). Mengapa Kabupaten Gresik kok tidak bisa resik (bersih).
Sambari mulai terlihat gundah saat menyaksikan deretan truk sampah. Bak truk itu bolong-bolong. Akibatnya, muatan sampah sering berjatuhan dan berserakan di jalan raya. Sudah begitu, kerusakan tidak juga diperbaiki.
”Padahal, anggaran perbaikan sudah disediakan,” tegas Sambari. ”Saya tidak tahu apakah anggaran pemeliharaan telah digunakan atau tidak. Saya minta inspektorat memeriksa,” imbuhnya.
Sambari pun mengurungkan rencana mengecek fisik kendaraan operasional angkutan sampah.
Sebab, pegawai DLH tidak mampu menjelaskan bagaimana manajemen sampah di Kota Pudak. Bahkan, ketika ditanya tentang plot kendaraan untuk Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar saja, mereka gelagapan.
”Wis-wis, ayo kita balik saja,” kata Sambari sambil mengajak Sekkab Djoko Sulistio Hadi. Mereka kembali masuk kantor pemkab.
Awalnya, Sambari hendak mengecek kelayakan kendaraan sampah. Ada 32 unit truk pengangkut sampah yang diparkir rapi. Mulai yang bagus hingga yang baknya sudah berlubang dan keropos. Sambari sebenarnya yakin secara fisik kendaraan pengangkut sampah di DLH masih laik jalan. ”Kondisinya masih bagus,” ujarnya.
Djoko mengatakan, dirinya sering mengelus dada melihat kontainer bak sampah yang bolong di jalan raya. Dia pernah berada di belakang kontainer bolong itu. ”Sampahnya jatuh dan terkena mobil saya karena lubang ditutupi tripleks,” katanya.
Semestinya, tegas dia, DLH segera memperbaiki bak sampah itu. APBD Gresik telah menganggarkannya. ”Anggaran perbaikan kan sudah ada. Tinggal ada kemauan atau tidak,” tegasnya.
Persoalan sampah memang menjadi perhatian Pemkab Gresik. Sebab, masih banyak sampah yang berserakan di bahu jalan. Masyarakat juga sering membuang sampah sembarangan. Mereka tidak peduli pada kebersihan kota.
Bupati Sambari berjanji membangun minimal satu tempat pembuangan sampah (TPS) di satu desa. Di Gresik, terdapat 330 desa/kelurahan dan 914 dusun. Semua akan disiapi satu TPS. ”Jadi, kurang lebih 1.200 TPS akan dibangun Pemkab Gresik untuk mengatasi kesulitan masyarakat dalam membuang sampah,” tuturnya.
Selain TPS, pemkab akan menambah kendaraan pengangkut sampah. Saat ini kendaraan pengangkut sampah berjumlah 32 unit. Tahun depan ada tambahan 5 unit. Jadi, di satu kecamatan, ada dua kendaraan,” tegasnya.
Sambari berharap kepala desa, lurah, dan masyarakat lebih menjaga kebersihan.
Kepala Dinas LH Sumarno mengatakan, mobilitas truk pengangkut sampah di Gresik sangat tinggi. Mereka terus beroperasi karena volume sampah rumah tangga terus meningkat. ”Sekarang volume sampah rumah tangga mencapai 800 meter kubik per hari,” ujar Sumarno.
Kondisi itu mengakibatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik tidak mampu menampung sampah. ”Kami akan terus bekerja sama semua pihak. Tidak semua sampah dibuang. Ada juga yang dimanfaatkan,” kata Sumarno.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
