
Ilustrasi
JawaPos.com- Usianya masih belia, 16 tahun. Tapi, jangan sepelekan sepak terjang YT di dunia kriminalitas. Bocah asal Blimbing, Malang, itu sempat menjadi buron polisi dalam sejumlah perkara berbeda.
Di Kota Delta, korbannya adalah Toni Agus Sanjaya. Minggu lalu (6/8), motor Honda Vario bernopol W 4381 VQ miliknya dibawa kabur YT. Ceritanya, Toni mendatangi sebuah warung di Juwet Kenongo, Porong, Sidoarjo, pukul 17.30. Tak lama kemudian, datang keponakannya, Tulus Ajar Saputro. Tulus ingin meminjam motornya untuk membeli kopi dan gorengan di tempat lain. Toni pun memberikan kunci motor.
Di tengah perjalanan, Tulus bertemu YT di pinggir jalan. Mereka saling kenal karena pernah nongkrong bersama. ”Enggak akrab. Sebatas tahu nama,’’ tutur Kapolsek Porong Kompol Hery Mulyanto.
YT menyatakan ingin ikut nongkrong bersama. Tulus sama sekali tidak merasa keberatan. Dia langsung memboncengkan YT menuju warung tujuannya. Eh, tempat yang dituju ternyata tutup.
Melihat Tulus yang malas mencari warung lain ditangkap YT sebagai kesempatan. Berdalih akan dibantu mencari warung lain, YT meminjam motor tersebut. Dia meminta Tulus menunggu. Beberapa jam berselang, motor yang dipinjam tak kunjung kembali. Tulus kontan kelimpungan. Dia mengabarkan kejadian itu kepada Toni yang lalu melapor ke polisi.
Penyelidikan menemukan titik terang dua hari kemudian. YT diketahui tinggal di Malang. ’’Kami datangi rumahnya,’’ ujar Hery. Namun, YT sudah lama tidak pulang.
Di sisi lain, petugas mendapat kabar bahwa YT diamankan di Mapolsek Pandaan, Pasuruan. Dia ditangkap karena kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Informasi yang diterima menyebut motor milik Toni digunakan YT untuk sarana mencari sasaran. ’’Rupanya setelah membawa kabur kendaraan korban (Toni, Red), pelaku langsung beraksi di Pasuruan,” terangnya.
Hery mengungkapkan, YT masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pandaan. Berkas penggelapan motor di Porong bakal dipisah dengan kasus di Pandaan. ”Setelah selesai di sana, pelaku kami bawa untuk kasus pidana penipuan dan penggelapan di sini,” jelasnya.
Fakta bahwa pelaku adalah anak di bawah umur dan tersandung beberapa kasus sangat memprihatinkan. Hery mengimbau orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya. ”Faktor lingkungan harus diperhatikan. Di jalan-jalan itu terkadang kita bisa temui anak muda bergerombol dengan pakaian hitam-hitam. Masih kecil-kecil,” tuturnya.
Mayoritas, kata Hery, tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Ujung-ujungnya, ketika terdesak, anak-anak itu bisa berbuat tindak pidana. ”Biasakan menjaga anak dari pergaulan yang mengkhawatirkan. Misalnya, dengan memberlakukan jam malam,’’ katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
