
RAMAI SAAT WEEKDAY: Menu ayam kampus food ini bisa dipesan melalui instagram, telepon, atau aplikasi pesan makanan online.
JawaPos.com- Selain coto Makassar dengan beragam menu ’’janda’’-nya, ada menu unik lain dari ayam kampus food Sidoarjo. Namanya saja sudah mirip dengan julukan yang disematkan kepada pekerja seks komersial (PSK) dari kalangan mahasiswa yang biasa mangkal di kampus. Tapi, bukan itu lho... Ini nama brand makanan olahan ayam.
Ayam kampus food memang bukan kedai atau warung. Hanya homekitchen. Pembeli biasanya order melalui Instagram atau telepon. Kemudian mengambilnya di Jalan Raya Larangan. Bisa juga pesan memakai aplikasi pesan makanan online.
Menunya beragam. Ada wings tante. Itu sebutan untuk olahan sayap ayam yang paling pedas. ’’Tante itu kan biasanya yang paling hot. Nah, hot di sini kami deskripsikan yang paling pedas,’’ ujar pemilik ayam kampus food Lisa Anggreani.
Ada pula wings gemes. Itu olahan sayap ayam yang bumbunya tidak terlalu pedas. ’’Kalau masih gemes itu kan masih lugu, jadi nggak hot atau nggak pedas sama sekali,’’ jelas Lisa. Ada pula wings judes, sebutan untuk sayap bakar pedas. Ada juga cakar judes. Yakni, olahan cakar dengan kuah bumbu mentega pedas.
Walau tidak buka warung di rumahnya, ternyata orderan yang masuk cukup banyak. Setiap hari Lisa memasak olahan makanan tersebut hingga menghabiskan 12 kilogram sayap dan cakar setiap hari. ’’Pagi masak 8 kilogram, sore masak lagi 4 kilogram,’’ terang perempuan kelahiran Sidoarjo, 24 Januari 1996, itu.
Pada hari kerja, banyak orderan yang masuk. ’’Weekend malah lebih sepi. Kalau weekend, banyak yang pilih makan di luar,’’ kata mahasiswa jurusan ilmu politik di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu. Selain untuk perorangan, beberapa kali Lisa mendapat orderan untuk rapat di kantor.
Lisa menjelaskan awal mula produknya tersebut dinamakan ayam kampus. Kali pertama dia berjualan di kampus pada awal 2017 ini. Setiap pergi ke kampus, Lisa membawa dagangannya. ’’Di dekat kampus kan mahal-mahal. Nah, saya jual lebih murah, mengenyangkan,’’ terangnya. Baru pada April lalu, Lisa mulai serius memasarkan produknya lewat media sosial.
Berawal dari kampus, Lisa terinspirasi menamakan olahan sayap dan cakar buatannya itu dengan nama ayam kampus. Eh, tenyata, saat produknya mulai ramai di media sosial, ada salah seorang penelepon yang mengaku dari pihak kepolisian. Petugas tersebut mengira nomor telepon yang digunakan Lisa itu adalah nomor ayam kampus atau PSK. Dikira jualan yang nggak bener. ’’Lho, ayam kampus ini makanan, Pak,’’ ujar Lisa, lantas tertawa. (uzi/c19/ai)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
