Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Juli 2017 | 03.05 WIB

Ditelepon Polisi Gara-Gara Jual ”Ayam Kampus”

RAMAI SAAT WEEKDAY: Menu ayam kampus food ini bisa dipesan melalui instagram, telepon, atau aplikasi pesan makanan online. - Image

RAMAI SAAT WEEKDAY: Menu ayam kampus food ini bisa dipesan melalui instagram, telepon, atau aplikasi pesan makanan online.


JawaPos.com- Selain coto Makassar dengan beragam menu ’’janda’’-nya, ada menu unik lain dari ayam kampus food Sidoarjo. Namanya saja sudah mirip dengan julukan yang disematkan kepada pekerja seks komersial (PSK) dari kalangan mahasiswa yang biasa mangkal di kampus. Tapi, bukan itu lho... Ini nama brand makanan olahan ayam.



Ayam kampus food memang bukan kedai atau warung. Hanya homekitchen. Pembeli biasanya order melalui Instagram atau telepon. Kemudian mengambilnya di Jalan Raya Larangan. Bisa juga pesan memakai aplikasi pesan makanan online.



Menunya beragam. Ada wings tante. Itu sebutan untuk olahan sayap ayam yang paling pedas. ’’Tante itu kan biasanya yang paling hot. Nah, hot di sini kami deskripsikan yang paling pedas,’’ ujar pemilik ayam kampus food Lisa Anggreani.



Ada pula wings gemes. Itu olahan sayap ayam yang bumbunya tidak terlalu pedas. ’’Kalau masih gemes itu kan masih lugu, jadi nggak hot atau nggak pedas sama sekali,’’ jelas Lisa. Ada pula wings judes, sebutan untuk sayap bakar pedas. Ada juga cakar judes. Yakni, olahan cakar dengan kuah bumbu mentega pedas.



Walau tidak buka warung di rumahnya, ternyata orderan yang masuk cukup banyak. Setiap hari Lisa memasak olahan makanan tersebut hingga menghabiskan 12 kilogram sayap dan cakar setiap hari. ’’Pagi masak 8 kilogram, sore masak lagi 4 kilogram,’’ terang perempuan kelahiran Sidoarjo, 24 Januari 1996, itu.



Pada hari kerja, banyak orderan yang masuk. ’’Weekend malah lebih sepi. Kalau weekend, banyak yang pilih makan di luar,’’ kata mahasiswa jurusan ilmu politik di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu. Selain untuk perorangan, beberapa kali Lisa mendapat orderan untuk rapat di kantor.



Lisa menjelaskan awal mula produknya tersebut dinamakan ayam kampus. Kali pertama dia berjualan di kampus pada awal 2017 ini. Setiap pergi ke kampus, Lisa membawa dagangannya. ’’Di dekat kampus kan mahal-mahal. Nah, saya jual lebih murah, mengenyangkan,’’ terangnya. Baru pada April lalu, Lisa mulai serius memasarkan produknya lewat media sosial.



Berawal dari kampus, Lisa terinspirasi menamakan olahan sayap dan cakar buatannya itu dengan nama ayam kampus. Eh, tenyata, saat produknya mulai ramai di media sosial, ada salah seorang penelepon yang mengaku dari pihak kepolisian. Petugas tersebut mengira nomor telepon yang digunakan Lisa itu adalah nomor ayam kampus atau PSK. Dikira jualan yang nggak bener. ’’Lho, ayam kampus ini makanan, Pak,’’ ujar Lisa, lantas tertawa. (uzi/c19/ai)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore