
PRIORITAS: Sedikitnya 28 titik penyeberangan jalan desa di sepanjang Jombang–Kertosono tertunda karena pembangunan difokuskan merampungkan jalan tol.
JawaPos.com – Jalan tol Surabaya–Kertosono (Suker) cukup sukses mengurai kemacetan jalur arteri pada mudik Lebaran tahun ini. Setelah tol dibuka sebagai jalan fungsional, pemprov kembali melanjutkan proyek untuk menyelesaikan sisa jalan. Ditargetkan, ruas tol itu bisa beroperasi pada Desember 2017.
Ruas yang masih fungsional pada mudik kemarin, antara lain, Sepanjang–Krian dan Jombang–Kertosono. Sedangkan ruas Waru–Sepanjang sudah dipungut biaya sementara meski nominalnya kecil. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Jatim Gatot Sulistyo Hadi menyatakan, tahun ini ruas-ruas tersebut bakal selesai 100 persen. ”Target saya akhir tahun sudah jadi tol operasional,” ungkapnya kepada Jawa Pos, Kamis (6/7).
Gatot menjelaskan, ruas tol tersebut sejatinya bisa diselesaikan sebelum Lebaran lalu. Namun, berdasar pantauannya di lapangan, ada beberapa titik yang pembangunannya agak molor. Bukan di bagian badan jalan, melainkan di penyeberangan jalan desa. ”Setidaknya ada 24 titik penyeberangan sepanjang Jombang–Kertosono yang tertunda,” paparnya.
Penyeberangan tersebut, lanjut dia, sebenarnya sudah dibangun berupa jembatan. Namun, sebagian warga memilih penyeberangan berbentuk terowongan. ”Jadi, nanti akan ada dua jenis jalan penyeberangan. Lewat atas dan bawah,” imbuh Gatot.
Sementara itu, untuk ruas Kertosono–Wilangan, Gatot menyatakan mungkin belum bisa diselesaikan akhir tahun ini. Sebab, ruas tersebut cukup panjang. Jaraknya mencapai 38,64 kilometer. ”Saya agak pesimis bisa selesai tahun ini, tapi kalau 2018 pasti selesai,” tuturnya.
Harapannya, pada mudik tahun selanjutnya, jalan tol tersebut sudah bisa dioperasikan mulai Surabaya hingga Wilangan. Dan, tidak lagi hanya satu jalur, melainkan dua jalur dengan masing-masing setidaknya dua ruas jalan.
Selain tol yang menjadi bagian trans-Jawa itu, Gatot menyatakan bahwa pemprov juga akan mengebut pembangunan tol ke arah selatan dan timur Jatim. Sebab, dari evaluasi arus mudik lalu, kemacetan parah terjadi di Purwosari. ”Macetnya sangat parah, sampai lima jam,” terangnya.
Karena akses ke selatan juga penting, DPUBM Jatim akan berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk merampungkan ruas Pandaan–Malang. ”Untuk sementara, yang operasional masih Gempol–Pandaan. Insya Allah tahun depan bisa nyambung sampai Malang,” jelasnya.
Kemudian, ruas menuju Pasuruan bakal digarap. Utamanya jalur Rembang–Pasuruan yang mencapai 13,5 kilometer. Saat ini, sebelum ada ruas tersebut, pemudik menuju arah Probolinggo harus memutar kembali lewat jalan arteri di utara. ”Selisihnya sampai 5 kilometer,” terang Gatot. (deb/c10/oni)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
