
INCOME: Soni Mohson salah seorang penggiat mangrove yang hasil budidayanya dapat dijadikan sirup Bogem khas mangrove.
JawaPos.com – Kawasan hutan mangrove di Wonorejo tidak hanya menjadi habitat untuk beragam jenis burung, tapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Mereka membudidayakan produk olahan dari tanaman mangrove. Semakin tahun, semakin beragam jenis produk kreativitas yang dihasilkan. Salah satunya adalah sirup bogem.
Soni Mohson adalah penggagas produk sirup bogem. Dia mengolah buah tanaman mangrove, yakni bogem (Sonneratia caseolaris atau dikenal dengan nama pidada merah), menjadi sirup sejak 1998. ”Dulu memang banyak buah yang terbuang. Coba-coba sampai akhirnya bisa jadi sirup ini,” ungkap pria 55 tahun tersebut.
Sampai menjadi produk sirup bogem, Soni melalui banyak tahapan. Beberapa kali gagal. Lalu, dia harus melakukan uji coba sirup hingga layak konsumsi. Akhirnya, sirup bogem rutin diproduksi sejak 2004.
Bogem yang digunakan adalah buah masak yang jatuh dari pohon. ”Bukan yang dipetik dari pohon. Yang masih di pohon itu belum masak benar,” jelas pria kelahiran Bojonegoro, 7 Mei 1962, itu. Buah-buah tersebut lantas diseleksi lagi mana yang layak dan tidak layak.
Ketua Kelompok Tani Mangrove Wonorejo tersebut mengajak masyarakat sekitar dalam proses pembuatan sirupnya. Mulai pengumpulan buah bogem hingga tahap akhir, yakni pengemasan dalam botol kaca. ”Yang mengupas buah-buah itu ibu-ibu sekitar sini (masyarakat Wonorejo, Red),” ungkap bapak tiga anak itu. Mereka yang tergabung dalam proses produksi akan mendapatkan upah sesuai hasil kerja masing- masing.
Sejak terjun ke dunia pengolahan buah bogem, Soni belajar karakteristik hutan mangrove. Termasuk sifat setiap jenis tanaman di dalamnya. ”Bagaimana cara mereka tumbuh dan jadi hasil yang baik,” katanya. Soni mencontohkan saat pembibitan. Saat batang setinggi 15 cm, usahakan daun tidak sampai rontok. Kalau tidak, daun akan tumbuh lagi dalam waktu lama. ”Berbuahnya juga jadi lama lagi,” ungkap Soni.
Setiap 2,5 liter sirup dihasilkan dari kombinasi 2 kilogram gula pasir, 1 kilogram buah bogem, dan 2 liter air. Dalam sehari, Soni dapat memproduksi 60–100 liter sirup. Sirup tersebut dikemas dalam botol dengan ukuran 360 ml. ”Jumlah produksi memang enggak menentu. Bergantung panen buah bogem sendiri,” terangnya. Puncaknya, buah bogem dapat dipanen maksimal pada Agustus, September, dan Oktober.
Agar dapat berproduksi setiap hari, Soni menyiasati dengan stok saat bulan panen. Kini sirup bogem menjadi ikon produk lokal warga Wonorejo. Mereka sering kali mendapatkan pesanan dari beberapa daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya dari Jakarta, Semarang, dan Lampung. Satu botol sirup bogem dijual Rp 25 ribu.
Tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan, Soni memproduksi sirup bogem juga untuk memberikan edukasi. Dia punya misi memperkenalkan lebih luas pengembangan produk dan konservasi hutan mangrove. ”Bagaimana cara menanam yang baik, tanaman apa lalu cocok buat produk apa, dan lainnya,” ujarnya.
Karena itulah, produk sirup bogem tidak dijual bebas di toko. Konsumen dapat membelinya langsung di rumah produksi di Wonorejo Timur maupun pameran tertentu.
Selain sirup, Soni mengembangkan buah bogem menjadi produk makanan lainnya. Yaitu, selai dan dodol. ”Tapi, memang produksinya tidak setiap hari. Sesuai pesanan,” tambah kakek empat cucu itu. (bri/c6/jan)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
