
DUA KALI SETAHUN: Arak-arakan menuju geladak pelelangan ikan dalam sedekah bumi Minggu (7/5) di Gisik Cemandi, Sidoarjo.
JawaPos.com – Daya tarik program Desa Melangkah sangat besar. Itu terlihat dari animo desa-desa untuk bergabung dengan Desa Melangkah 2017. Program pemberdayaan masyarakat desa yang digagas Jawa Pos dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang memasuki tahun kedua.
Tahun ini 154 desa dari 12 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo ikut berpartisipasi. Pada Desa Melangkah 2016, yang bergabung hanya 66 desa dari 10 kecamatan. Pagi ini Desa Melangkah 2017 resmi di-launching di Pendapa Delta Wibawa. Bupati Saiful Ilah dijadwalkan meresmikan program tersebut secara langsung.
Tahun ini banyak perbedaan dari pelaksanaan Desa Melangkah sebelumnya. Salah satunya, penekanan pelatihan pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes) yang semakin masif. BUMDes di desa-desa yang bergabung ke dalam program Desa Melangkah ditargetkan semakin banyak. Selain itu, pengembangan kapasitas penyuluhan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Harapannya, muncul kemandirian ekonomi desa melalui UMKM.
Karena itu, Desa Melangkah akan menjembatani pameran UMKM ke luar kota dua kali setahun. Pelatihan UMKM dalam hal packaging langsung mendatangkan dari praktisi International Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles.
Marketing Manager Jawa Pos sekaligus Penanggung Jawab Program Desa Melangkah Rahmat Kartolo berharap desa-desa bisa bersinergi dengan baik. Tidak hanya menunggu pelatihan atau program yang ditawarkan, tetapi berperan aktif dalam penggarapan program itu sendiri. ’’Pelatihan dan penyuluhan kan buat kemajuan desa sendiri. Jadi, kami berharap bisa dapat masukan yang membangun untuk programnya seperti apa. Kalau sudah satu frekuensi kan enak,’’ katanya.
Sementara itu, Desa Gisik Cemandi, Sedati, kemarin (7/5) melangsungkan sedekah bumi. ’’Ayune rek perangkatku.’’ Guyonan itu keluar dari Suwandi saat menjadi pembawa acara. Pria yang kemarin bertugas sebagai panitia tersebut juga merupakan salah seorang perangkat Desa Gisik Cemandi. Dia melihat sejawatnya yang datang mengenakan pakaian tradisional. Berkebaya lengkap dengan jarit. Suwandi pun memulai candanya.
Sejak pukul 07.00 warga berkumpul di Balai Dusun Gebang. Mereka mengenakan kostum yang beraneka ragam. Mulai kostum daur ulang yang dipakai ibu-ibu sampai pakaian kebesaran penari reog oleh bapak-bapak. Sementara itu, para pemain musik patrol memakai batik beserta udeng.
Dalam acara tersebut, terdapat tumpeng raksasa yang berisi hasil pertanian berupa sayuran. Antara lain, terong, wortel, jagung, dan sawi. Selain itu, buah-buahan turut memperkaya hasil alam Desa Gisik Cemandi. Di antaranya, semangka dan blewah. Gunungan tumpeng dibentuk layaknya rumah. Pelaksanaan sedekah bumi kemarin bertema Sandang, Pangan, dan Papan.
Kepala Desa Gisik Cemandi Supriyadi mengatakan, sandang yang semakin baik terlihat dari keragaman kostum masyarakat. Papan diibaratkan gunungan yang berbentuk rumah. Padi, sayuran, dan buah-buahan yang menghiasi tumpeng menjadi perlambang pangan.
’’Di sini setiap tahun ruwah desa dua kali. Satu kali petik laut. Satu kali lagi sedekah bumi dari hasil pertanian,’’ ungkapnya. Kekayaan alam Desa Gisik Cemandi ada dua. Yakni, hasil ikan dari Dusun Gisik Cemandi dan areal persawahan di Dusun Gebang. (via/c15/dio/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
