Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 April 2017 | 03.00 WIB

Babak Belur Dikeroyok Pemuda Brandal, Tujuh Orang Masih Buron

TERSANGKA: Firman Ashari, salah seorang pelaku pengeroyokan asal Keboananom. - Image

TERSANGKA: Firman Ashari, salah seorang pelaku pengeroyokan asal Keboananom.


JawaPos.com – Nasib Ahmad Ridwan pada Senin (24/4) malam benar-benar apes. Betapa tidak, pemuda 24 tahun tersebut menjadi korban perampasan dan penganiayaan sekumpulan pemuda berandalan. Tak ayal, warga dari Desa Semambung, Kanor, Bojonegoro, itu pun mengderita luka di sekujur tubuhnya.



Malam itu korban baru saja pulang dari tempat tinggal seorang temannya di Desa Keboananom, Gedangan. Ridwan meninggalkan rumah sekitar pukul 23.30. Menjelang tengah malam, dia melintasi jembatan depan SDN Keboananom. ’’Nah, saat itu kebetulan ada anak-anak muda yang sedang nongkrong,’’ ujar Kanitreskrim Polsek Gedangan Ipda Supratman Kamis (27/4).



Lantas, salah satu dari kumpulan pemuda tersebut mengeluarkan kata-kata kotor kepada korban. Awalnya, Ridwan cuek saja. Korban tidak menghiraukan umpatan yang ditujukan kepadanya. Bak pepatah anjing menggongong kafilah berlalu, Ridwan tetap berlalu meninggalkan kumpulan pemuda yang menghardiknya tersebut.



Beberapa saat berselang, Ridwan dibentak dan diminta berhenti. Ridwan pun waswas. Maklum, dia sendirian. Namun, Ridwan memutuskan berhenti. Harapannya, kumpulan pemuda yang meneriakinya itu tidak mengejar. Selanjutnya, gerombolan pemuda itu mendatangi korban. Eh, ternyata Ridwan diminta menyerahkan sejumlah uang.



Tentu saja, permintaan tersebut mendapat penolakan dari Ridwan. Sebab, uang milik korban hanya cukup untuk biaya perjalanan pulang. ’’Korban langsung dipukuli. Bahkan, ada pelaku yang menggunakan ikat pinggang,” tutur Supratman.



Ridwan tidak kuasa melakukan perlawanan. Dia hanya bisa berteriak minta pertolongan karena kesakitan. Mendengar korban terus-menerus meminta bantuan, para pelaku akhirnya membubarkan diri. Ridwan yang mendapat pertolongan dari warga sekitar lantas melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolsek Gedangan.



Supratman menerangkan, malam itu juga pihaknya mengantar korban untuk visum. Ridwan diketahui menderita luka di dagu, telinga, dan pipi sebelah kanan. Bagian hidungnya juga memar. Berdasar keterangan korban dan warga yang menjadi saksi, polisi akhirnya meringkus salah seorang pelaku pengeroyokan beberapa jam berselang.



Tersangka bernama Firman Ashari. Pemuda 23 tahun itu tercatat sebagai warga Keboananom. Firman diringkus di tidak jauh dari rumahnya. ’’Baru satu orang yang berhasil kami amankan,’’ kata perwira polisi dengan satu balok di pundak itu.



Supratman mengungkapkan, masih ada tujuh orang yang belum tertangkap. Saat ini pihaknya masih memburu mereka. Identitas pelaku yang buron dapat diketahui dari keterangan Firman. Mereka berinisial DG, DK, DD, AA, GL, KL, dan TY. ’’Masih dicari, mereka tidak pulang setelah kejadian,’’ ungkapnya.



Firman berdalih penganiayaan itu dilakukan secara spontan dan bukan disebabkan pengaruh minumas keras (miras). Dia juga mengaku hanya ikut-ikutan temannya. Firman tidak menyangka pengeroyokan itu akan mengakibatkan luka yang cukup parah pada korban. ’’Tiba-tiba semuanya mendatangi korban, ada yang memukul pakai tangan kosong, helm, dan ikat pinggang,’’ ujarnya.



Firman menyatakan, teman-temannya langsung bubar setelah kejadian malam itu. Tersangka tidak tahu kemana teman-temannya melarikan diri. “Biasanya memang nongkrong di situ,” ucapnya. (edi/c20/hud/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore