
Nanik Sulistyowati
JawaPos.com – Nanik Sulistyowati menjadi kader jumantik Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, sejak 2004. Bukan waktu yang sebentar. Tak heran, beragam pengalaman manis maupun pahit pernah dirasakan. Saking lamanya menjadi kader, Nanik punya trik tersendiri untuk melakukan pemantauan. ”Enaknya, kalau sudah lama itu, sudah banyak yang kenal,” ucapnya kemarin (26/4).
Memiliki banyak kenalan dimanfaatkan Nanik dengan baik. Misalnya, memantau jentik tanpa terkesan formal dengan datang satu per satu ke rumah warga dengan membawa berkas. ”Cukup sambil basa-basi saja. Misalnya, saya belanja sambil menyapa warga sekitar, yo’opo kamar mandine wes resik ta?” ujar Nanik menirukan gayanya saat memantau.
Meski belanja di satu tempat, dia bisa mampir ke empat hingga lima rumah warga untuk sekadar bertanya kabar. ”Jadi, saya belanjanya pindah-pindah dusun sesuai kebutuhan dusun mana yang belum dipantau,” terangnya.
Tanggung jawab Nanik bukan hanya di dusun tempat tinggalnya, Dusun Binangun, melainkan juga di Dusun Wadung, Kasih, serta Sambongan. ”Total ada 5 RW dan 16 RT,” imbuhnya.
Selain bertanya, Nanik menyempatkan diri melihat ke kamar mandi mereka. ”Nggak sampai ngecek kamar mandi saja kadang orang-orang sudah paham kalau saya datang. Mereka bilang kamar mandinya sudah bersih, tempat air juga telah dikuras,” ungkap ibu dua anak itu.
Nanik mengaku hampir setiap hari mengecek jentik. Meskipun rutin memantau, tetap ada sejumlah tempat yang menjadi tempat jentik. Kadang ada di bawah kulkas atau tempat tampungan air di dispenser. ”Ternyata, mengajak untuk bersih dan bersama-sama menghilangkan jentik itu tidak mudah. Semua bergantung orangnya masing-masing. Padahal, tidak henti-hentinya kami ingatkan,” tuturnya.
Nanik pun sering ditolak ketika menawarkan solusi. Misalnya, memelihara ikan di kamar mandi besar atau di setiap tempat yang menampung air. Sebab, jentik akan dimakan ikan. ”Ada yang nggak mau karena alasan bau amis, tapi juga tidak mau rutin menguras,” keluhnya.
Dia menyebutkan, pemberian bubuk pembasmi jentik tidak boleh dilakukan terlalu sering. Harus ada jeda waktu. ”Solusi terbaik harus terus dipantau, dikuras, dan dibersihkan,” kata perempuan yang juga menjabat bendahara PKK Desa Wadungasih tersebut.
”Terutama di tempat-tempat kos itu kadang cukup sulit. Sebab, nggak ada jadwal yang jelas siapa-siapa yang membersihkan,” jelasnya. Padahal, terdapat banyak kos-kosan di Desa Wadungasih. Apalagi, ada banyak pabrik di sana. Untung, banyak warga yang menggunakan shower saat ini. Hal itu sangat membantu mengurangi pertumbuhan jentik. ”Secara umum sudah enak. Semua mau dipantau dan bisa bekerja sama,” terang istri Mujib tersebut.
Apalagi, dia tidak bekerja sendiri. Sejumlah kader posyandu kerap ikut membantu memantau. ”Dulu sebelum banyak kenalan, tidak semudah ini. Tapi, saya niatkan untuk membantu. Saya tidak bisa banyak menyumbang dengan harta. Maka, saya membantu jadi kader jumantik. Dengan memantau jentik dan membuat lingkungan bebas jentik, puas serta lega rasanya,” terangnya.
Dulu dia berkali-kali mengetuk pintu rumah warga, tapi tidak kunjung dibukakan. Setiap datang ke perumahan tertentu, pintu-pintu rumah warga selalu terkunci. Nanik pun sempat merasa sungkan sendiri lantaran sering keluar masuk rumah orang. Bahkan, ada warga yang tidak berkenan saat dia hendak memasuki kamar mandi untuk mengecek jentik. ”Itu jadi pengalaman berharga,” tutur perempuan yang tinggal tak jauh dari SMPN 1 Buduran tersebut. (uzi/c16/dio/sep/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
