Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Februari 2017 | 01.50 WIB

Ukuran Box Culvert Surabaya Nanggung, Pembersihan Masih Manual

HAMPIR SELESAI: Sebagian besar box culvert di Jalan Jemursari menutupi sungai. Proyek tersebut diyakini mampu mengurai macet dan banjir. - Image

HAMPIR SELESAI: Sebagian besar box culvert di Jalan Jemursari menutupi sungai. Proyek tersebut diyakini mampu mengurai macet dan banjir.

JawaPos.com – Surabaya sudah memiliki puluhan kilometer saluran yang tertutup box culvert. Namun, hingga kini, belum ada metode mutakhir untuk membersihkan sedimen maupun kotoran yang mengendap.


Pembersihan dan perawatan masih manual. Satgas pematusan masuk ke boks lewat mainhole yang dipasang setiap empat deret boks, lalu membersihkan dengan cangkul, garu, serta keranjang rotan. ’’Sampai sekarang, belum ada metode yang otomatis. Semua masih manual,’’ kata Kepala Bidang Pematusan DPUBMP Surabaya Samsul Hariadi. Meski demikian, pembersihan rutin dilakukan. ’’Kami selalu melakukan pembersihan minimal setahun sekali,’’ lanjutnya.


Mesin tidak bisa membantu pembersihan lantaran box culvert di Surabaya tidak memenuhi beberapa kualifikasi. Yang pertama mengenai ukuran. ’’Ukuran box culvert di Surabaya masih tanggung, tidak cukup besar untuk mesin,’’ ujarnya. Dari segi penanganan banjir, boks yang dimiliki Surabaya kurang efektif. Samsul menjelaskan prinsip dasar drainase dalam mengatasi banjir. Yakni, membendung hulu, me-manage bagian tengah, dan bagian hilir secepatnya di-flush (dialirkan). Kecepatan air yang melintas merupakan hal yang krusial untuk mencegah banjir.


Percepatan flushing bisa dicapai jika bantuan bendungan, rumah pompa, dan konstruksi saluran memadai. Konstruksi saluran box culvert yang efisien untuk mengatasi banjir adalah yang selisih elevasinya tinggi (curam). Dengan begitu, air tidak melambat. ’’Kalau di sini (Surabaya, Red) ndak,malah banyak yang datar,’’ jelasnya.


Samsul mengakui, masih banyak kekurangan dari konstruksi saluran yang menggunakan box culvert. Idealnya, saluran yang berdampingan dengan jalan raya harus diletakkan di tengah-tengah. Misalnya, saluran di tengah Jalan Raya Kedung Cowek, Jalan Gayung Kebonsari, dan sepanjang Jalan Jemursari.


Namun, khusus untuk beberapa tempat, konsep ideal tersebut tidak bisa diterapkan. Misalnya, Banyu Urip. Untuk membuat saluran yang cukup lebar di tengah, pelebaran jalan otomatis akan lebih banyak memakan permukiman di selatan jalan. Pembebasan membutuhkan dana yang lebih besar.


Sementara itu, saluran diversi Gunung Sari yang mendampingi Jalan Sukomanunggal juga harus dinormalisasi. Intinya, pemkot dihadapkan pada dua tugas. Yakni, memperlebar jalan dan menormalisasi saluran. ’’Harus ada konstruksi yang berfungsi sebagai jalan dan saluran. Akhirnya, dipilih box culvert,’’tandasnya.


Menurut dia, saluran dengan boxculvert dalam perspektif hydroecology juga tidak baik karena mematikan sebagian fungsi sungai. Baik tumbuhan maupun hewan. Pemkot tidak menutup mata pada restorasi saluran tertutup yang dilakukan negara tetangga. Salah satunya adalah saluran Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan. Saluran yang sebelumnya tertutup fondasi jalan layang tersebut kini kembali dibuka. Korea Selatan menyadari bahwa box culvert tidak ramah lingkungan. Akhirnya, mereka membongkar penutup saluran. Sementara itu, Indonesia baru akan menutup saluran. ’’Jadi, mereka sudah melakukan apa yang Surabaya lakukan saat ini pada 30 tahun lalu,” ungkapnya.



Meski demikian, box culvert tetaplah solusi yang paling mungkin bagi Surabaya. Box culvert mampu mengimbangi perkembangan penduduk, kendaraan, maupun pertumbuhan ekonomi yang makin menuntut ketersediaan infrastruktur. Namun, box culvert suatu saat harus dibongkar untuk mengembalikan fungsi sungai seperti semula. ’’Box culvert Surabaya merupakan solusi terbaik, setidaknya, untuk 30 tahun mendatang,” pungkasnya. (tau/c16/oni/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore