Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Februari 2017 | 04.57 WIB

Buka Rekrutmen Baru, Pendaftar Itu-Itu Saja

SERIUS: Suasana ujian tulis calon Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya pada tahun lalu. Kini seleksi yang sama akan diulang. - Image

SERIUS: Suasana ujian tulis calon Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya pada tahun lalu. Kini seleksi yang sama akan diulang.

JawaPos.comEmpat di antara enam nama yang sempat ditolak wali kota Surabaya pada rekrutmen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada tahun lalu kini kembali masuk jajaran kandidat calon direktur utama (Dirut) dan calon direktur operasional (Dirops). Wajah-wajah lama tersebut lolos seleksi administratif yang dilakukan dewan pengawas PDAM. Mereka adalah Djoko Suprapto, Suloko, M. Sholeh, dan Lulus Pujianto.


Djoko Suprapto adalah mantan Dirut PDAM Tirto Negoro Sragen, Jateng. Dia juga tercatat pernah mencalonkan diri sebagai wakil bupati Sragen bersama ketua DPD Golkar Sragen.


Adapun Suloko pernah menjabat Dirut PDAM Kota Padang. Namun, dia diberhentikan pada Juni 2016. Sementara itu, M. Sholeh dan Pujianto sama-sama punya pengalaman di PDAM. Sholeh pernah menjabat Pjs Dirut PDAM Sragen, sedangkan Pujianto merupakan salah satu manajer PDAM Surabaya.


Selain itu, profil pendaftar terdiri atas beberapa penggawa internal PDAM. Ada tujuh orang. Mereka rata-rata adalah manajer dan manajer senior perusahaan. Sunarno yang merupakan Pjs Dirut juga terlihat nangkring dalam daftar tersebut.


Padahal, kalangan DPRD Surabaya sebelumnya mewanti-wanti agar tidak lagi memasukkan calon-calon lawas ke jajaran kandidat yang baru. Menurut para legislator, memasukkan kembali calon yang sudah ditolak wali kota sama dengan mengulang-ulang pekerjaan dan menghambur-hamburkan biaya. ’’Ngapain dimasukkan lagi, jelas nanti ditolak wali kota lagi,’’ tutur Achmad Zakaria, anggota Komisi B.


Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Surabaya beralasan tidak kuasa menolak permohonan para pelamar. Ketua Dewas Samba Perwirajaya menyatakan, pihaknya hanya berpatokan pada persyaratan administrasi yang ditetapkan sebelumnya. ’’Semuanya sudah melalui seleksi persyaratan administrasi,’’ tuturnya.


Menurut Samba, munculnya nama-nama orang yang pernah ditolak bukan lagi kewenangan dewan pengawas. Nantinya ada tim penilai khusus dalam proses fitandpropertest serta tes psikologi. Selain itu, menurut Samba, empat nama tersebut belum tentu ditolak wali kota. ’’Terlalu berandai-andai, orang kan bisa memperbaiki diri, kalau tidak lolos seleksi TNI tahun depan kan boleh ikut lagi,’’ jelasnya.


Dari segi aturan, Samba merasa sudah berada pada koridor yang benar. Berdasar Perda Nomor 13 Tahun 2014 tentang PDAM, direksi harus lulus uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan tim ahli yang ditunjuk kepala daerah. ’’Jadi, yang menentukan semuanya adalah tim penguji, dewas cuma pelaksana,’’ ucap Samba.


Pria yang pernah menjabat ketua Badan Pengawas Perusahaan Daerah Pasar Surya tersebut menambahkan, tim dari dewan pengawas sudah menelusuri trackrecord para kandidat. Nantinya dewan pengawas menyerahkan laporan hasil penelusuran tersebut kepada tim penguji. ’’Namun, masyarakat juga bisa ikut mengawasi, bisa dengan e-mail, bisa kirim surat ke dewas juga,’’ paparnya.


Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono melihat komposisi pendaftar untuk pimpinan PDAM menunjukkan bahwa BUMD terbesar pemkot itu kekurangan figur. Hal tersebut terbukti dengan munculnya nama-nama lawas seperti Pjs direktur dan orang-orang yang pernah ditolak wali kota.


Karena itu, Baktiono berharap wali kota segera mengevaluasi dewan pengawas secara menyeluruh. ’’Saya tegaskan, wali kota jangan sampai dikendalikan dewas,’’ tegasnya.



Politikus PDIP tersebut merasa proses seleksi PDAM berputar-putar pada proses yang monoton. Dari dua kali seleksi, belum ada calon yang menurutnya visioner dan melakukan terobosan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. ’’Saya akui PDAM itu perusahan sehat, tapi sudah lama tidak maju-maju,’’ katanya. Baktiono mencontohkan banyak potensi yang belum dikelola seperti produksi air minum dalam kemasan. (tau/c15/git/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore