
PENCEGAHAN: Anggota Satlantas Polresta Sidoarjo memasang spanduk imbauan Save Our Student di area bundaran Taman Pinang Indah.
JawaPos.com – Genderang penertiban pelajar bermotor oleh jajaran Polresta Sidoarjo terus ditabuh. Tidak hanya terus intensif menggelar operasi, polisi juga memasang spanduk imbauan di sejumlah kawasan. Langkah pencegahan itu diharapkan membuat publik semakin melek terhadap bahaya pelajar belum cukup umur yang nekat bermotor.
Kanit Dikyasa Polresta Sidoa rjo Iptu Saripi menyatakan, pihaknya bakal terus melakukan berbagai upaya agar fenomena pelajar bermotor meredup. Sebab, keberadaan mereka di jalan cukup berbahaya. ’’Tidak hanya berbahaya bagi pelajar itu sendiri, tetapi juga bagi pengendara lain,’’ jelasnya Rabu (25/1).
Saripi menuturkan, pemasangan spanduk imbauan bukanlah cara pencegahan baru. Upaya tersebut pernah dilakukan untuk menekan angka kecelakaan di Kota Delta. Nah, yang membedakan adalah kalimat imbauan di dalamnya. ’’(Spanduk, Red) dipasang di titik-titik rawan. Fungsinya sama, bertujuan melakukan pencegahan,’’ katanya.
Pada usia yang masih belia, lanjut dia, para pelajar bermotor dinilai belum memiliki emosi yang stabil. Mereka mudah terpancing untuk memacu kendaraan dengan kencang. Di sisi lain, keahlian berkendara mereka belum bisa diakui. Sebab, mereka dipastikan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Usia mereka belum 17 tahun.
Saripi mengungkapkan, insiden kecelakaan di Jalan Raya Dungus, Sukodono, beberapa waktu lalu harus menjadi pelajaran untuk semua pihak. Saat itu, kedua korban memacu sepeda motor dengan cukup kencang sebelum menabrak pengendara lain dari arah berlawanan. Kedua korban masih duduk di bangku SMP. Saat itu mereka tidak memakai helm.
Mantan Kanit Sabhara Polsek Sukodono itu menambahkan, orang tua dan keluarga tidak boleh membiarkan anaknya. Dengan diberi izin berkendara, pelajar sama saja diberi kebebasan yang berujung pada hal-hal membahayakan. ’’Jangan segan untuk melarang,’’ ungkapnya.
Sekolah juga harus mengawasi anak didiknya. Upaya pembinaan harus terus-menerus dilakukan. Misalnya, memanggil orang tua siswa yang membawa motor ke sekolah untuk diberi arahan. Sebab, mereka adalah para kader penerus bangsa. ’’Semua pihak harus bekerja sama. Pelajar adalah aset masa depan,’’ ucapnya.
Kepala Bappeda Sidoarjo Achmad Zaini menjelaskan, dalam periode pemerintahan tahun ini, pemkab berupaya mewujudkan konsep smart city. Yakni, penggunaan teknologi dan layanan terpadu dalam menunjang layanan masyarakat. Termasuk layanan moda transportasi bagi pelajar. ’’Itu sesuai dengan visi dan misi pemerintah saat ini,’’ ujarnya.
Layanan transportasi bagi pelajar menuju ke sekolah, lanjut Zaini, merupakan salah satu penunjang konsep smart city. Selain dapat mengurangi kemacetan, kebijakan itu bisa mengurangi angka kecelakaan. Saat ini pemkab mengkaji konsep tersebut secara mendalam. ’’Transportasi bagi pelajar merupakan bagian dari perwujudan smart city yang kami bangun perlahan,’’ tutur pejabat penyuka badminton itu.
Dia menjelaskan, rute transportasi umum tersebut tengah dirancang. Diharapkan, layanan itu tepat sasaran. Dia juga menuturkan, tahun ini pemkab berupaya menggunakan seluruh bus rapid transit (BRT) yang dihibahkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2015. Sebenarnya, ada 30 BRT yang dihibahkan kepada Pemkab Sidoarjo. Namun, sejauh ini, hanya 15 yang beroperasi.
Seluruh BRT tersebut belum beroperasi karena kurang peminat. Nah, rencananya, pemkab menambah sejumlah rute agar seluruh BRT dapat beroperasi. Pemkab tengah merancang sejumlah titik atau rute baru penggunaan BRT itu. Saat ini, 15 BRT tersimpan di gudang Perum DAMRI di Jagir Wonokromo, Surabaya. ’’Bukan hanya transportasi bagi siswa, transportasi umum juga sudah kami rancang,’’ jelasnya.
Sebagaimana diberitakan, fenomena pelajar bermotor tidak hanya menyangkut bahaya kecelakaan, tapi juga berpotensi menimbulkan perilaku negatif. Di antaranya, balapan liar yang bisa memengaruhi gaya hidup. (edi/c23/hud/sep/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
