
ASYIK: Kafe kontainer di SPBU Bunder menawarkan sensasi tersendiri.
JawaPos.com – Seni tak akan jauh dari dunia usaha. ”Permainan” seni arsitektur menjadi andalan pengusaha properti demi menggaet konsumen. Mereka berlomba-lomba menawarkan kreasi yang baru dan unik. Misalnya, properti kontainer.
Di jalanan Kota Pudak, banyak berjejer kotak warna-warni. Sekilas mirip bangunan biasa. Padahal, itu adalah kontainer-kontainer bekas yang disulap menjadi properti yang asyik. Mulai ruang kantor, ruang proyek, kafe, hingga pendingin ikan.
Kantor dari kontainer dapat ditemui di sekitar Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kotak biru tersebut menjadi pusat renovasi WEP. Selain untuk kantor administrasi, ruangan itu dimanfaatkan pekerja konstruksi untuk beristirahat.
’’Kami pernah membangun di Cerme. Digunakan untuk kantor pemasaran pengembang perumahan,’’ ungkap Dimas Rachman Pratama, project manager Murni Abadi Container, Sabtu (14/1) malam.
Pemuda 26 tahun tersebut adalah kreator kontainer untuk properti. Dia mengaku pernah menerima proyek di kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Pusat bisnis milik Pelindo III itu membangun beberapa ruang kantor dari kontainer. Misalnya, pos keamanan dan pekerja di Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG).
Rumah kontainer di Pelabuhan Kalimireng juga difungsikan sebagai kantor pemantau bongkar muat pelabuhan. Kondisi berbeda terlihat di PT Kelola Mina Laut (KML). KML memanfaatkan kontainer sebagai tempat pendingin ikan.
Dimas mengaku kebanjiran order sejak beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2016, Murni Abadi Container membangun kompleks properti dari kontainer di 16 titik. Lokasinya tersebar di beberapa provinsi. Di antaranya, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jatim seperti Surabaya, Gresik, Bojonegoro, serta Jember. ’’Kami memasang jumlah unit kontainer yang berbeda-beda. Sesuai permintaan,’’ tuturnya.
Alumnus Unair tersebut melanjutkan, jika dihitung total, perusahaannya telah memoles lebih dari seratus kontainer menjadi properti. Nilai setiap kontainer memang berbeda-beda. Harga bergantung pada model, desain, dan aksesori. Untuk bangunan standar, nilainya mencapai sekitar Rp 15 juta per unit. ’’Untuk bisnis, lebih tinggi. Bisa Rp 85 juta per unit,’’ katanya.
Dari mana Dimas memperoleh bahan? Warga Perumahan GKB itu mengaku tak sulit mendapatkannya. Perusahaannya punya kenalan orang Singapura, yaitu pemilik kontainer-kontainer bekas di Tanjung Perak. Kontainer yang sekilas tampak lusuh didesain menjadi cantik dan menarik. (hen/c18/roz/sep/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
