
INGKATKAN PENG HASILAN: Luluk Ulhaimah bersama rekan-rekannya menjahit bagian sepatu di tempat perakitan sepatu di Desa Modong, Tulangan.
Jawa Pos.com – Program Desa Melangkah butuh lebih bervariasi. Sejumlah saran muncul dari berbagai pihak yang menanggapi kegiatan yang kali pertama berlangsung 2016 tersebut. Misalnya, pemerintah Desa Pabean, Sedati.
Mereka ingin program itu fokus ke pengembangan administrasi pemerintahan. ”Misalnya, penataan arsip dan aset. Kami butuh pemberdayaan tentang hal tersebut,” ujar salah seorang perangkat Desa Pabean, Nurul Hidayat.
Pelatihan untuk permasalahan teknis perlu ditingkatkan. Misalnya, teknis penanganan sampah. Desa-desa butuh pelatihan pengelolaan sekaligus kegiatan yang benar-benar memengaruhi pola pikir masyarakat tentang bahaya dan manfaat sampah.
Nurul menjelaskan, bantuan pelatihan masalah teknis semacam itu harus disesuaikan dengan kebutuhan desa.
”Setiap desa pasti memiliki kebutuhan masing-masing yang mendesak, yang kadang jadi masalah. Kalau bisa, program tersebut dapat menangani masalah-masalah tadi,” harapnya.
Lantaran mayoritas masyarakat Desa Pabean adalah pengusaha, Nurul berharap ada program yang benar-benar mengembangkan usaha warga tersebut. Pegiat UKM (usaha kecil menengah) ingin dicarikan partner untuk kerja sama.
Selain itu, mereka dibantu soal pengembangan modal usaha. ”Pelatihan atau event harus berkesinambungan dan terus berjalan. Tidak hanya bersemangat pada awal,” ujarnya.
Kepala Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Sukimin menambahkan, yang paling penting pada program 2017 adalah pemberdayaan UKM.
Alasannya, hal itu jadi upaya yang konkret agar penghasilan masyarakat bisa bertambah. ”Kelas ekonomi bisa naik,” ucapnya.
Menurut dia, UKM di desanya mulai tumbuh. Tahun lalu muncul jenis usaha baru. Yakni, olahan jamu, aksesori, dan kerajinan tangan lain yang potensial.
”Di RT 7, RW 1, ada kerajinan ukiran dari gabus yang dibentuk beragam karya seperti arca dan dekorasi. Semoga bisa semakin banyak jika dipelopori dengan baik,” ungkapnya.
Menjadi satu-satunya desa dari Kecamatan Taman yang ikut Desa Melangkah, perangkat Desa Kramat Jegu kerap ditanyai desa lain tentang manfaat program tersebut. ”Semoga semua bisa merasakan manfaat dan mengikutinya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Sri Ruqiyati menyebutkan bahwa intensitas pelatihan untuk desa ditingkatkan.
Karena itu, sumber daya lebih mumpuni untuk memajukan desa. Sri kerap menjadi narasumber pelatihan pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes) ”Misalnya, pelatihan pengelolaan pasar. Itu penting,” ujar perempuan yang akrab disapa Uqi tersebut.
Dia mencontohkan pengelolaan pasar wisata di Desa Pabean, Sedati. Pasar itu menjadi aset desa yang sangat potensial. Sayang, pengelolaan mesti melibatkan pihak ketiga.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
