
KEBIASAAN GANJIL: Miskaulah yang gemar makan ayam hidup-hidup
JawaPos.com - Kebiasaan Miskaulah alias Mama Pretty, warga Dusun Jangan Asem, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Sidoarjo yang doyan memakan ayam hidup-hidup menjadi perhatian Dokter Psikiater RSUD dr Soetomo dr Aimee Nugroho SpKJ. Terutama tentang pengakuan Miskaulah yang mendengar bisikin untuk memakan ayam.
Menurut Aimee, ketika seseorang merasa ada yang menyuruh makan ayam hidup, itu berarti ada halusinasi auditorik. Suara menyuruh yang terus terdengar itu disebut halusinasi. Diagnosisnya mengarah pada gangguan skizofrenia. Jika didasari keinginan sendiri, penderita termasuk diagnosis Pica. Yakni, nafsu makan yang aneh.
Biasanya, lanjut Aimee, penderita menunjukkan nafsu makan terhadap berbagai atau salah satu objek yang bukan tergolong makanan. Misalnya, tanah, pasir, rambut, dan pecahan kaca. Nah, jenis Pica yang suka mengisap darah hewan itu disebut hematophagia. ”Yang dialami Miskaulah itu memang gangguan. Adanya suara yang menyuruh itu mengarah pada skizofrenia,” paparnya.
Menurut dia, diagnosis skizofrenia hierarkinya lebih tinggi dibanding Pica. Sebab, kriteria paling kuat terlihat adanya halusina- si yang menyuruh makan ayam hidup-hidup. Menurut dia, sangat mungkin orang tersebut sudah memiliki obsesif terhadap ayam. Kalau tidak makan ayam hidup, penderita bisa gelisah. ”Jadi, seperti sudah terobsesi untuk makan ayam hidup. Bentuk obsesinya itu harus dipenuhi,” terangnya.
Aimee menjelaskan, jenis skizofrenia sangat beragam. Ada jenis paranoid, hebefrenik, katatonik, dan lain-lain. Ada beberapa kasus penderita skizofrenia yang tidak nyambung saat diajak berbicara. Namun, kasus yang dialami Miskaulah berbeda. Perempuan asal Trompo Asri, Jabon, tersebut sangat nyambung saat diajak berbicara. Tidak ada beda dengan orang pada umumnya. Hanya, kerap ada halusinasi dan waham. Yakni, keyakinan seseorang berdasar penilaian realitas yang salah. ”Kalau diajak bicara masih nyambung, masuk jenis paranoid,” ujarnya.
Dia mengaku, ada beberapa kasus skizofrenia paranoid yang terjadi di Indonesia. Mereka rata-rata tampil seperti manusia normal. Penderita skizofrenia tersebut bisa sembuh dengan mengonsumsi obat secara teratur. Biasanya, dokter psikiater memberi obat antipsikotik untuk menurunkan dopamine. Yakni, sebuah neurotransmitter yang membantu mengontrol pusat kepuasan dan kesenangan otak.
Obat tersebut mengurangi suara-suara yang muncul. Selain itu, penderita meminum obat golongan selective serotonin re- uptake inhibitors (SSRIs) untuk mengurangi obsesinya. ”Jadi, bisa kembali normal asal minum obat rutin,” katanya.
Menurut Aimee, masyarakat sebaiknya tidak menganggap bahwa kebiasaan makan ayam hidup itu adalah hal yang hebat. Sebab, semakin banyak yang memberikanreward(penghargaan) untuk perilakunya, penderita justru akan terus mengulangi. Padahal, perilaku tersebut tidak normal. ”Jadi, prinsip behavior therapy ada reward dan punishment,” ujarnya.
Aimee menyatakan, pada umumnya, gejala-gejala skizofrenia mulai muncul pada usia 20-an. Namun, ada yang namanya early onset schizophrenia (EOS). Hal itu muncul saat masih kecil. Mungkin awalnya karena faktor ekonomi sehingga seseorang terpaksa memakan hewan-hewan hidup di sekitarnya. Namun, jika sudah ada halusinasi, itu sudah mengarah pada skizofrenia. ”Mengarah pada skizofrenia paranoid. Tapi, diagnosis yang tepat harus diketahui lebih dalam. Termasuk faktor genetik, apa ada yang memiliki kebiasaan yang sama,” terangnya.
Seperti diberitakan kemarin, Miskaulah mengaku punya ke- biasaan memakan ayam hidup- hidup itu sejak berumur 10 tahun. Saat itu, dia masih duduk di bangku SD. Dahulu, dia bisa memakan lima ekor ayam dalam sehari. Dengan demikian, kalau umur Miskaulah saat ini 47 tahun, setidaknya selama 37 tahun dia belum bisa menghilangkan kebiasaan aneh tersebut. Jika ditotal, selama puluhan tahun itu sudah ribuan ekor ayam disantapnya.
Namun, dalam lima tahun terakhir, kebiasaan tersebut berkurang drastis. Hal itu disebabkan dia pernah menjalani terapi di RSUD Sidoarjo pada 2011. Miskaulah bercerita, kebiasaan tidak lazim itu berawal dari keterpurukan ekonomi keluarga. Sebelum makan ayam hidup- hidup, dia memakan ikan mentah, kepiting sawah (yuyu), dan belalang. (ayu/c21/hud)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
