
PELACURAN DUNIA MAYA: Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti dan para tersangka di Mapolda Jatim, Selasa (20/12).
JawaPos.com – Prostitusi memang tidak lagi memakai wajah lawasnya dalam wujud lokalisasi-lokalisasi terpusat. Melalui media online, pelacuran itu dengan mudah menelusup ke ruang-ruang privat warga.
Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menggulung pelacuran jagat maya itu. Lewat chatting, mucikari dan orang yang dipekerjakan adalah mahasiswa. ’’Ayam kampus’’. Selasa (20/12) temuan itu dirilis.
Tim cyberpatrol mengungkap jaringan prostitusi online tersebut pada 18 Desember. Dua tersangka yang diamankan adalah AP dan UY. Cukup sulit mendeteksi mereka. Sebab, modus yang dijalankan menggunakan aplikasi chatting.
Lewat percakapan pribadi. ’’Sebelumnya kami banyak ungkap yang melalui media sosial. Itu lebih gampang,’’ ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.
Untuk masuk ke jaringan itu, terdapat kode-kode khusus. Para mucikari tidak akan dengan mudah percaya terhadap pelanggan baru. ’’Mereka memang cukup protektif. Harus benar-benar tahu kode yang mereka gunakan,’’ tutur Barung.
Hal senada diungkapkan Yuyung Abdi. Dia adalah fotografer sekaligus pengamat prostitusi. Disertasinya tentang pelacuran mengantar fotografer Jawa Pos tersebut meraih gelar doktor di Universitas Airlangga Senin (19/12).
Yuyung menyatakan, praktik prostitusi di aplikasi chatting seperti Line lebih protektif dan selektif. Jadi, siapa saja yang ingin masuk ke lingkungan tersebut harus benar-benar diakui kredibilitasnya.
Apalagi, aktivitas orang lain bisa dideteksi di menu timeline. ’’Kalau orangnya jarang upload foto dan status, mereka curiga. Belum tentu bisa menerima,’’ katanya.
Menurut Yuyung, mereka menciptakan Dolly di dunia maya. Namun, seleksi publik yang dilakukan ketat. Harus benar-benar orang yang menginginkan layanan seksual. Tidak terbuka seperti model di media sosial.
Setelah berhasil masuk, mereka bisa lebih mudah bertransaksi. UY yang merupakan warga Ngaglik bertugas menawarkan ’’ayam kampus’’ kepada klien. Mereka memanfaatkan aplikasi chatting Line dan WhatsApp sehingga lebih privat.
Berdasar penelusuran Jawa Pos, Line memang menjadi salah satu tempat menjajakan ’’ayam kampus’’. Beberapa akun menawarkan jasa pemuas hasrat seksual. Ada yang hanya chat sex, phone sex, sampai video call sex.
Ada juga yang menawarkan masuk ke grup VVIP yang berisi gambar dan video ’’nakal’’. Gambar dan video itu didapat dari internet. Ada juga yang diproduksi sendiri. Anggota laki-laki harus membayar jika ingin masuk grup tersebut.
Tarifnya bermacam-macam, Rp 10 ribu–Rp 100 ribu. Sementara itu, anggota perempuan bisa gratis. Namun, si perempuan harus berpenampilan menarik. Ukuran tubuhnya harus ’’luar biasa’’.
Bahkan, ada beberapa grup yang berani membayar perempuan-perempuan yang mau melakukan aksi ’’berani’’. Tidak sampai di situ saja, ada juga akun yang menawarkan jasa seksual.
Mereka bisa dipesan dengan harga yang lebih mahal. Mereka memasang status di timeline yang berisi tarif dan daerah mana saja yang bisa dilayani. Agar mudah dikenali, mereka menggunakan taggar (#) khas.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
