
Ayo Praktik Signalong
Empat tahun sudah Sekolah Inklusif Galuh Handayani menerapkan pembelajaran dengan menggunakan Signalong. Bahasa isyarat yang berkembang di Inggris itu mudah dipelajari semua orang. Termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
TEPAT pukul 08.00, bel sekolah berbunyi. Murid-murid turun ke halaman untuk mengikuti apel pagi. Para guru membantu mereka merapikan barisan. Tak lama kemudian, upacara dimulai.
Upacara berjalan layaknya sekolah lain. Para murid berbaris dengan rapi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mendengarkan sambutan dari guru yang bertugas.
Bedanya, semua materi tidak hanya disampaikan melalui ucapan. Tetapi, juga menggunakan bahasa isyarat dengan gerakan tangan. Bahasa isyarat itulah yang disebut Signalong.
Sejak empat tahun terakhir, Sekolah Galuh Handayani akrab dengan bahasa tersebut. Awalnya, dikenalkan oleh Prof Kieron Sheehy dari Open University United Kingdom pada 2012.
Bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dia menjadikan Galuh Handayani sebagai sekolah sasaran pelatihan Signalong.
Ketua Yayasan Galuh Handayani Sri Sedyaningrum mengatakan, dirinya langsung tertarik saat pertama dikenalkan pada Signalong. Guru-guru pun dilatih untuk mempelajari bahasa isyarat tersebut.
Setelah cukup mahir, baru kemudian diterapkan kepada siswa. Sejak 2014, Signalong masuk dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di sekolah itu.
Cara mempraktikkan Signalong tidak jauh berbeda dengan isyarat yang biasa dilakukan masyarakat selama ini. Misalnya, isyarat lari dilakukan dengan gerakan tangan diayunkan seperti sedang berlari.
Perasaan sedih ditunjukkan dengan ekspresi muka sedih dan dua jari telunjuk menunjuk ke arah mata. ”Sama seperti yang kita lakukan sehari-hari. Jadi, semua bisa mempraktikkan,” tuturnya.
Tidak hanya itu. Signalong juga termasuk bahasa yang fleksibel. Penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebiasaan di setiap negara. Misalnya, ibadah.
Di Inggris, isyarat ibadah dilakukan dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada. Di Indonesia yang rata-rata penduduknya muslim, isyarat salat dilakukan dengan gerakan takbiratul ihram.
Yakni, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu bersedekap di bawah dada. Di Galuh Handayani, praktik Signalong diajarkan melalui lagu pada saat apel pagi.
Senin (14/11) para murid di sekolah itu menyanyikan lagu Old McDonald Had A Farm dan Tek Kotek-Kotek. Mereka juga mengikuti instruksi dari guru dan siswa ambassador yang memberikan arahan di barisan depan.
Agar gerakannya lebih sempurna, para siswa juga mempelajari gerakan itu di kelas. Meski terlihat simpel, mengajari anak-anak berkebutuhan khusus tetap membutuhkan kesabaran.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
