Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 April 2018 | 00.34 WIB

Tole, Keong Jumbo Berusia 70 Tahun

Keong-keong jumbo yang dipamerkan pada acara Surabaya Pet Show di SSCC. - Image

Keong-keong jumbo yang dipamerkan pada acara Surabaya Pet Show di SSCC.

JawaPos.com - Keong tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Hewan bercangkang itu kerap menjadi mainan semasa kecil. Namun bagi sejumlah orang, keong tak sekadar menjadi mainan.


Hewan yang juga bisa disebut kelomang atau umang-umang itu ternyata bisa punya nilai berharga kalau benar-benar dirawat. Bahkan ukurannya bisa membesar apabila usianya menua.


Seperti koleksi keong jumbo di Surabaya Pet Show di Supermall Surabaya Convention Centre (SSCC). Kalau dilihat sekilas, orang akan geli. Juga ada kekhawatiran akan dicapit.


Pendiri komunitas Jumbo Keong Indonesia (JKI) Stefe Sugianto mengatakan, pada dasarnya keong adalah hewan yang pemalu. Mereka lebih sering bersembunyi di dalam rumah atau cangkangnya. "Lebih banyak aktif saat malam," katanya kepada JawaPos.com, Jumat (20/4).


Surabaya Pet Show sendiri digelar 20-22 April 2018. JKI menghadirkan koleksinya. Mereka ingin mengenalkan sekaligus mengedukasi bahwa untuk merawat keong tidak sembarangan.


Mereka memamerkan 7 spesies keong di mana satu spesiesnya terdiri dari 20-30 ekor. Beberapa jenis keong sebut saja Coenobita perlatus, Coenobita brevimanus, Coenobita lila, Coenobita black perlatus. Keong-keong jumbo itu punya keunikan sendiri-sendiri.


Coenobita perlatus misalnya. Warnanya merah menyala. Biasa disebut juga keong strawberry. Lalu Coenobita brevimanus. Salah satunya diberi nama Tole. "Tole ini favorit saya. Usianya sudah 70 tahun," tambah Stefe.


Dengan cangkang warna hijau tosca, Tole memang menjadi primadona. JawaPos.com sempat memegangnya. Butuh dua kepalan tangan untuk membuat Tole nyaman bergerak. Dia bukan tipe keong yang pemalu.


Untuk merawat keong itu gampang-gampang susah. Gampangnya, soal makanan. "Makanannya sama saja kayak kita. Buah-buahan, sayur-sayuran, mau. Asal tidak mengandung yodium dan alkohol saja ya," tutur Stefe.


Perawatan keong jumbo juga tetap harus cermat. Stefe mendisplay keong-keong itu di dalam aquariun. Istilahnya crabitat. "Keong ini nggak boleh terlalu lembab. Tapi juga nggak boleh terlalu kering. Tempat makanan dan minumannya dibedakan. Mereka juga harus dimandikan," ucapnya.


Saat JawaPos.com berada di sana, ada satu keong yang mengalami dehidrasi. Salah satu cirinya adalah bintik-bintik putih yang muncul. Dia keluar dengan sendirinya dari cangkang. Kalau sudah begitu, keong harus dimandikan 10-15 menit dengan air bersih.


Stefe mengaku ingin mengenalkan keong-keong jumbo itu kepada masyarakat. Dia juga menjual beberapa keong jumbo berukuran XL. Harganya mulai Rp 5 ribu hingga Rp 150 ribu.


Selain memamerkan keong, JKI juga akan mengadakan kompetisi. Antara lain Lomba Keong Tjakep dan Keong Racing.


Kontes Keong Tjakep akan berlangsung Sabtu (21/4) besok pukul 17.00 WIB. "Yang dinilai kecantikannya. Nanti pesertanya juga pakai baju tradisional sekaligus memeriahkan Hari Kartini," lanjut pria asal Bendul Merisi tersebut.


Sedangkan Keong Racing akan berlangsung Minggu (22/4) lusa. Keong-keong tersebut akan beradu lari. Juaranya tentu yang paling cepat menyentuh garis finish.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore