Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 November 2016 | 15.55 WIB

Kampanye Kanker Pakai Manekin

BUKA MATA: Survivor kanker Caroline Ika Damajanti menjelaskan kanker payudara kepada beberapa mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala. - Image

BUKA MATA: Survivor kanker Caroline Ika Damajanti menjelaskan kanker payudara kepada beberapa mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala.

JawaPos.com – Banyak cara mengedukasi masyarakat. Salah satunya menggugah kesadaran terhadap bahaya kanker payudara.



Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Senin (21/11) mengampanyekan bahaya kanker payudara lewat manekin.



Sebanyak lima manekin yang terbuat dari koran bekas dipamerkan di Plaza St Agustinus UKWM Surabaya. Manekin itu dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk payudara perempuan.



Dua payudara tersebut ditutup dengan bra berhias manik-manik. Bagian perut juga dipermanis dengan pernik-pernik. Salah satu bra bisa dibuka.



Pada bagian itu, tampak payudara yang tidak sehat. Ada yang benjol, ada yang berdarah, bahkan bernanah.



Ketua Panitia Breast Cancer Campaign Awareness Veronica Amelia mengatakan bahwa data riset kesehatan dasar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat, ada 347.792 penderita kanker payudara pada 2015.



Penderitanya bukan hanya orang tua, melainkan juga remaja. ”Termasuk laki-laki,” katanya. Sebagai bentuk kepedulian mahasiswa pada kondisi tersebut, mereka menghadirkan pameran manekin.



Manekin, ujar dia, dibuat semenarik-menariknya. Dengan demikian, visualisasi bahaya kanker payudara bisa terekam dalam diri pengunjung.



”Kalau dalam bentuk seminar, biasanya bosan. Tubuh indah belum tentu indah kalau payudara terkena kanker,” tuturnya.



Melalui kampanye itu, dia ingin mengajak masyarakat untuk menyadari dan melakukan antisipasi sejak dini. Caranya melalui program sadari atau pemeriksaan payudara sendiri.



Ada enam langkah dalam sadari. Pertama, mencermati perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara. Terutama pembengkakan atau perubahan pada puting.



Kedua, mengangkat tangan ke atas, tekuk siku, dan posisikan tangan di belakang kepala. Kondisi payudara bisa diamati di depan cermin. Terutama bentuk dan ukurannya.



”Turun sebelah atau tidak,” katanya. Ketiga, memosisikan kedua tangan pada pinggang sambil mencondongkan bahu ke depan. Lalu, cermati kembali bentuk payudara.



Keempat, mengangkat lengan kiri ke atas, lalu ujung jari tangan kanan meraba dan menekan area payudara. Cermati jika ada benjolan. Kelima, cermati puting jika keluar cairan.



Keenam, lakukan pemeriksaan serupa dengan posisi tidur. ”Harus diperiksa, ada benjolan belum tentu kanker. Bisa tumor kecil,” imbuhnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore