
FUTURE PARK: Para peserta sibuk membenahi desain taman mereka dalam lomba Cardition 2.
JawaPos.com – Surabaya memiliki banyak taman kota. Bahkan, Surabaya terus berupaya mempercantik taman kota dengan melakukan penghijauan.
Para siswa SMA/SMK di Surabaya pada Selasa (15/11) menyumbangkan ide untuk mendesain taman kota. Temanya future park alias taman masa depan.
M. Yafie Jasmi Azis, Jauhar Daffa Pahlevi, dan Farrel Adyuta Wiratama ikut mendesain taman kota. Para siswa kelas X dari SMA Al Hikmah Surabaya itu mempunyai ide taman kota pada masa depan.
Yafie menyatakan, dirinya ingin taman kota dilengkapi kafe. ’’Atapnya dikasih rumput,’’ tuturnya. Dia juga ingin ada pohon sintetis yang mengurangi karbondioksida. Konsep tersebut terinspirasi dari penelitian di Universitas Columbia.
’’Inspirasi dari taman luar negeri,’’ tambahnya. Berbeda dengan tim dari SMAK Frateran Surabaya. Billy Flegon, Jessica Christian, dan Dionisius Rocky ingin membuat taman yang dilengkapi panggung terbuka.
Ada air mancur dan tempat bermain serta beristirahat. Menurut dia, taman itu dibuat lebih luwes. ’’Kebanyakan masih kaku, jadi nanti akan melingkar-lingkar, terinspirasi taman-taman di Singapura,’’ kata Dion.
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan jurusan Desain Produk iSTTS tersebut tahun ini memang mengusung tema taman kota.
Bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, taman yang didesain merujuk pada taman untuk Kebun Bibit II. Kali ini 17 tim berlaga. Ada juga peserta dari Madura.
Lidji Sasmito, ketua panitia Cardition 2, mengatakan bahwa para siswa berlomba membuat desain-desain taman yang selama ini belum ada. Mereka mendesain selama lima jam.
Ada fasilitas tertentu yang wajib ada. Misalnya, panggung terbuka, fasilitas edukasi, pengelompokan tanaman, ikon untuk taman di Kebun Bibit II yang saat ini belum ada, dan identitas taman.
Fasilitas playground dan tempat fitness jadi pelengkap. Area Kebun Bibit II aslinya mempunyai luas 2 hektare. Para siswa membuatnya dengan skala 1:40.
Pembina Hima Despro iSTTS Alan David menyebut para siswa mengikuti workshop sebelum lomba. Mereka diajari cara memotong bahan dan mengelem serta diperkenalkan material-materialnya.
Misalnya, tripleks ukuran 60 x 60 cm dan PVC-foam 60 x 70 cm. Tim dari dinas kebersihan dan pertamanan, lanjut dia, menilai kerapian, kreasi, kelengkapan fasilitas, dan kecocokan dengan tema.
Menurut dia, antusiasme peserta cukup tinggi. Hal tersebut diketahui dari pendaftar yang cukup banyak. Selain itu, desain-desain peserta inovatif. (puj/c15/nda/sep/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
