Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 November 2016 | 23.02 WIB

Spelling Bee Pacu Kemampuan Bahasa Inggris

UJI SKIL SEKALIGUS MENTAL: Peserta kompetisi spelling bee di Ballroom Lantai 4 Grand City Convex. - Image

UJI SKIL SEKALIGUS MENTAL: Peserta kompetisi spelling bee di Ballroom Lantai 4 Grand City Convex.

JawaPos.com James Johnson Chow tampak percaya diri menghadapi pertanyaan dari dewan juri. Peserta ketiga spelling bee contest yang diadakan English First Surabaya itu berhasil mengeja setiap kata dengan cepat dan tepat.



Pada babak final tersebut, dia harus bersaing dengan 15 anak lain dalam grup A kategori kelas I–III SD. Minggu (13/11) James mengikuti kompetisi spelling bee di Ballroom Lantai 4 Grand City Convex.



Sebelumnya, James harus bersaing dengan 305 peserta lain di grup A itu. Kemudian, dia terpilih sebagai 1 di antara 150 peserta yang masuk babak semifinal.



Setelah berhasil menuliskan ejaan kata bahasa Inggris dengan benar, dia masuk babak final. Pada babak penentuan tersebut, James dan teman-teman harus mengeja secara langsung atau diucapkan, tidak ditulis seperti pada babak sebelumnya.



Karena kepiawaiannya mengeja kata-kata dalam bahasa Inggris, James berhasil menjadi juara pertama dari grup A.



Selanjutnya, siswa kelas III SD Mawar Sharon itu akan menghadapi 71 peserta lain se-Indonesia pada 27 November di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta.



Kompetisi spelling bee adalah event besar tahunan dari lembaga tersebut sejak 2004. Biasanya, ada tiga kategori lomba.



Grup A merupakan kategori untuk anak kelas I–III SD, grup B untuk kelas IV–VI SD, dan grup C untuk kelas VII–IX SMP. Namun, tahun ini mereka menambah satu kategori lagi. Yaitu, grup D untuk kelas X–XII SMA.



Center Manager EF Kayoon Putu Prabu Astiluhur menyatakan, spelling bee merupakan kegiatan unjuk gigi dari hasil belajar anak-anak.



Tujuannya, mendorong mereka untuk lebih berani bertutur dalam bahasa asing dan memacu agar nilai bahasa Inggrisnya bisa lebih baik. ”Tidak hanya belajar grammar, mereka harus bisa ngomong,” ungkapnya.



Dalam kegiatan kemarin, ada tiga juri asing yang memberikan penilaian. Yakni, Camillia Mcpherson dari Inggris, Idil Ahmed dari Amerika Serikat, dan Andy Hunt dari Inggris.



Dengan menampilkan juri asing, para peserta diharapkan bisa mengambil pelajaran tentang cara pengucapan yang benar sesuai penutur asli. (ant/c20/nda/sep/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore