
PANJAT GENTING: Petugas PMK menyemprotkan air ke rumah Pardiman yang terbakar.
JawaPos.com – Dalam waktu kurang dari 24 jam, si jago merah mengamuk di dua lokasi berbeda di Metropolis. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran pertama terjadi di Pasar Sememi, Jalan Bandarejo, Minggu (6/11) malam. Pada pukul 23.38, api tiba-tiba muncul dari salah satu lapak.
Angin yang berembus kencang malam itu membuat lidah api dengan cepat mengenai lapak di sekitarnya. Tidak kurang 22 lapak ludes terbakar.
Petugas yang mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran awalnya sempat sulit menjinakkan api. Untungnya, saat itu turun hujan sehingga api tidak merembet ke bangunan sekitar.
Pukul 00.50 api sudah tidak terlihat di pasar tradisional di Surabaya Barat tersebut. Arif Hartanto, seorang saksi mata, menuturkan bahwa api mulai terlihat di lapak bagian tengah pasar.
”Kosong lapaknya. Mungkin gara-gara korsleting,” ujar pria 43 tahun itu. Arus pendek listrik juga diduga memicu munculnya api di rumah milik Pardiman, Senin (7/11).
Rumah di Bratang Binangun V milik pria 73 tahun tersebut ludes. Api kali pertama diketahui warga sekitar pukul 14.00. Sontak, warga kaget dan berusaha memadamkan api itu dengan peralatan seadanya.
Warga panik saat api tidak kunjung berhasil dipadamkan. Sebagian warga memilih menyelamatkan barang berharga masing-masing.
Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oratmangun menyatakan, pihaknya menerjunkan lima mobil PMK. Petugas pemadam sempat sulit mendekati lokasi kebakaran karena gangnya sempit.
”Kami gunakan slang panjang. Sembari menyemprot, unit tetap berusaha mendekati lokasi,” terangnya. Angin pada kemarin sore tidak cukup kencang. Dengan demikian, api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
Sementara itu, Pardiman terlihat duduk dengan lesu di teras rumah tetangganya. Dengan memegang tas selempang berisi beberapa dokumen penting yang bisa diselamatkan, dia hanya bisa pasrah.
Matanya berkaca-kaca. Saat itu dia ditemani sang istri, Murti, 69. Pardiman mengaku tidak tahu persis kapan api mulai muncul di lantai 2 bagian belakang rumahnya. Siang itu dia sedang tidur. Pardiman hanya ingat saat pintu rumahnya digedor keras oleh warga.
”Saya bangun sudah panas hawanya. Terus keluar rumah, api di bagian belakang sudah membesar. Istri saya bangunkan dan ngambil benda penting sebisanya,” katanya.
Pada bagian lain, Kapolsek Gubeng Kompol Agus Bahari menuturkan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran itu. ’’Untuk sementara, dugaannya, korsleting listrik di bagian belakang rumah,’’ ucapnya. (rid/c20/fal/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
