Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 November 2016 | 01.05 WIB

Korsleting Picu Kebakaran di Dua Lokasi

PANJAT GENTING: Petugas PMK menyemprotkan air ke rumah Pardiman yang terbakar. - Image

PANJAT GENTING: Petugas PMK menyemprotkan air ke rumah Pardiman yang terbakar.

JawaPos.com – Dalam waktu kurang dari 24 jam, si jago merah mengamuk di dua lokasi berbeda di Metropolis. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.



Kebakaran pertama terjadi di Pasar Sememi, Jalan Bandarejo, Minggu (6/11) malam. Pada pukul 23.38, api tiba-tiba muncul dari salah satu lapak.



Angin yang berembus kencang malam itu membuat lidah api dengan cepat mengenai lapak di sekitarnya. Tidak kurang 22 lapak ludes terbakar.



Petugas yang mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran awalnya sempat sulit menjinakkan api. Untungnya, saat itu turun hujan sehingga api tidak merembet ke bangunan sekitar.



Pukul 00.50 api sudah tidak terlihat di pasar tradisional di Surabaya Barat tersebut. Arif Hartanto, seorang saksi mata, menuturkan bahwa api mulai terlihat di lapak bagian tengah pasar.



”Kosong lapaknya. Mungkin gara-gara korsleting,” ujar pria 43 tahun itu. Arus pendek listrik juga diduga memicu munculnya api di rumah milik Pardiman, Senin (7/11).



Rumah di Bratang Binangun V milik pria 73 tahun tersebut ludes. Api kali pertama diketahui warga sekitar pukul 14.00. Sontak, warga kaget dan berusaha memadamkan api itu dengan peralatan seadanya.



Warga panik saat api tidak kunjung berhasil dipadamkan. Sebagian warga memilih menyelamatkan barang berharga masing-masing.



Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oratmangun menyatakan, pihaknya menerjunkan lima mobil PMK. Petugas pemadam sempat sulit mendekati lokasi kebakaran karena gangnya sempit.



”Kami gunakan slang panjang. Sembari menyemprot, unit tetap berusaha mendekati lokasi,” terangnya. Angin pada kemarin sore tidak cukup kencang. Dengan demikian, api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.



Sementara itu, Pardiman terlihat duduk dengan lesu di teras rumah tetangganya. Dengan memegang tas selempang berisi beberapa dokumen penting yang bisa diselamatkan, dia hanya bisa pasrah.



Matanya berkaca-kaca. Saat itu dia ditemani sang istri, Murti, 69. Pardiman mengaku tidak tahu persis kapan api mulai muncul di lantai 2 bagian belakang rumahnya. Siang itu dia sedang tidur. Pardiman hanya ingat saat pintu rumahnya digedor keras oleh warga.



”Saya bangun sudah panas hawanya. Terus keluar rumah, api di bagian belakang sudah membesar. Istri saya bangunkan dan ngambil benda penting sebisanya,” katanya.



Pada bagian lain, Kapolsek Gubeng Kompol Agus Bahari menuturkan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran itu. ’’Untuk sementara, dugaannya, korsleting listrik di bagian belakang rumah,’’ ucapnya. (rid/c20/fal/sep/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore