
MENYULITKAN: Genangan air yang melanda Jalan KH Samanhudi setelah hujan deras pada Senin (23/1).
JawaPos.com – Belum ada solusi bagi kawasan Kota Gresik. Begitu hujan deras mengguyur, sejumlah jalan protokol tergenang air. Pada 2017 ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik menyiapkan anggaran Rp 21 miliar untuk membenahi drainase. Kalau bisa, jalan tidak berubah seperti sungai.
Pemicu banjir adalah gorong-gorong dan saluran yang tidak mampu menampung air. Di Jalan dr Wahidin, misalnya, daya tampung saluran tidak mampu mewadahi air hujan. Akibatnya, jalan itu selalu kebanjiran. Pengguna jalan pun kewalahan kalau melewati kawasan tersebut.
Kabid Cipta Karya Dinas PU Gresik Tri Handayani Setyarini menyebutkan, ada 13 tempat yang akan dibenahi. ’’Lokasi pastinya masih kami petakan,’’ katanya Rabu (25/1).
Tri Handayani memastikan pembangunan drainase bakal diprioritaskan untuk kawasan rawan banjir. Terutama wilayah perkotaan. Yaitu, Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar. Salah satunya adalah Jalan dr Wahidin Sudirohusodo. Titik paling rawan genangan adalah sekitar SPBU Petrokimia Gresik.
Pada Senin sore (23/1), badan jalan utama itu berubah menjadi ’’sungai’’ begitu hujan deras turun. Genangan bertahan hingga menjelang petang. Menurut Tri Handayani, gorong-gorong di wilayah tersebut memang sempit. Lubang air menuju selokan juga kecil. Tidak sebanding dengan tingginya curah hujan. Air pun menggenangi badan jalan. ’’Rencananya, gorong-gorong kami besarkan dan selokan kami lebarkan,’’ paparnya.
Kawasan Jalan Samanhudi, Jalan Sindujoyo, dan seputar Gresik Kota Baru (GKB) juga menjadi perhatian. Dinas PU berencana membesarkan lubang gorong-gorong agar air bisa mengalir lebih cepat menuju selokan.
Apa sebenarnya yang terjadi? Tri Handayani menjelaskan bahwa banjir perkotaan juga disebabkan banyaknya penyumbatan. Pemicunya, tumpukan sampah di selokan. Air meluap ke badan jalan. ’’Tentu kami berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di selokan,’’ tuturnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, bidang cipta karya dinas PU telah membentuk satgas drainase. Setiap kali hujan, satgas langsung memeriksa kondisi selokan. Terutama di daerah yang terkena banjir. Satgas juga bertugas membersihkan sampah.
Sekretaris Dinas PU Gresik Achmad Washil menyatakan, Pemkab Gresik sebenarnya sudah berupaya keras mencegah banjir. Caranya, membangun dan memperbaiki sistem drainase. Anggaran pun digelontorkan setiap tahun. ’’Tahun lalu kami memperdalam selokan di sepanjang Jalan Sindujoyo,’’ ungkap Washil.
Saluran di sana bakal dikeruk hingga sedalam 1,3 meter. Lebar saluran sekitar 1 meter. Di atasnya lantas dipasang box culvert. Dengan begitu, air akan lebih banyak tertampung dan genangan tidak terjadi. (mar/c14/roz/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
