Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Januari 2017 | 03.01 WIB

Rutan Medaeng Makin Ketat dengan Alat Pemindai

CEGAH BARANG TERLARANG: Petugas Rutan Medaeng memeriksa pengunjung dengan body scanner dan X-ray screening. - Image

CEGAH BARANG TERLARANG: Petugas Rutan Medaeng memeriksa pengunjung dengan body scanner dan X-ray screening.

JawaPos.com – Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jatim berupaya memutus mata rantai peredaran narkoba di dalam penjara. Rutan Kelas I Surabaya, misalnya.


Setiap pengunjung rutan mulai Jumat (13/1) harus melewati body scanner dan X-ray screening. Yang pertama harus dilalui pengunjung adalah body scanner.


Alat setinggi 2,5 meter itu diletakkan di depan pintu masuk. Pengunjung hanya perlu berdiri. Selanjutnya, eskalator ’’mengantar” pengunjung melewati alat pemindai.


Seorang petugas memantau hasil pemindaian pada layar di sebelah peranti tersebut. Mirip alat di bandara. ’’Tapi, alat ini lebih canggih karena menggunakan teknologi terbaru,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jatim Budi Sulaksana.


Satu alat pendeteksi lain diletakkan di tengah ruang pemeriksaan pengunjung. Alat itu khusus mendeteksi barang bawaan pengunjung. Mulai tas, makanan, hingga mainan anak-anak.


’’Ini untuk memastikan kembali bahwa tidak ada benda terlarang yang diselundupkan,” terangnya. Uji coba baru berlangsung sejam, tapi sudah banyak barang yang diamankan.


Sendok logam, power bank, gunting, dan telepon genggam disita petugas. Barang-barang tersebut memang dilarang dibawa masuk ke rutan.


Budi menerangkan, langkah itubertujuan meminimalkan penyelundupan barang terlarang. Selama ini, pemeriksaan dilakukan secara manual.


Lima petugas dikerahkan untuk menggeledah tubuh dan barang bawaan pengunjung. Nah, cara tersebut memiliki celah. Benda-benda yang dilarang masih bisa lolos.


’’Saat kami melakukan penggeledahan, selalu ada telepon genggam dan sajam di dalam,” ungkapnya. Tak mau terus kecolongan, pihaknya memanfaatkan alat pemindai tersebut.


Dengan demikian, petugas lebih mudah memantau dan tidak perlu repot menggeledah. ”Kalau ada barang bawaan yang mencurigakan, meski di dalam badan, langsung terdeteksi,” tuturnya.


Budi mengungkapkan, di Jatim, baru Rutan Medaeng yang menggunakan teknologi itu. Jumlah penghuni dan tingkat risiko yang tinggi menjadi pertimbangan.


Hingga hari itu, ada 2.452 penghuni Rutan Medaeng. Hampir 60 persen adalah tahanan kasus narkoba.


Potensi penyelundupan narkoba pun tinggi. Ada 800 hingga seribu pengunjung setiap hari. Jumlah tersebut bisa melonjak saat akhir pekan.


Padahal, jumlah tim keamanan sangat terbatas. ”Hanya ada 14 orang tiap regu,” ucap Kepala Rutan Medaeng Bambang Hariyanto.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore