Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Januari 2017 | 02.40 WIB

Semangat Perempuan Sidoarjo Tidak Makan Ayam Hidup Lagi

CEK TOTAL: Miskaulah sedang diperiksa tekanan darahnya oleh petugas medis RSUD Sidoarjo ketika kontrol, Rabu (11/1). - Image

CEK TOTAL: Miskaulah sedang diperiksa tekanan darahnya oleh petugas medis RSUD Sidoarjo ketika kontrol, Rabu (11/1).

JawaPos.com – Keinginan Miskaulah, 47, untuk bisa sembuh dari kebiasaan memakan ayam hidup-hidup terus dibuktikan. Warga Dusun Jangan Asem, Desa Trompo Asri, Kecamatan Jabon, itu Rabu (11/1) mendatangi RSUD Sidoarjo.


Serangkaian pemeriksaan kesehatan pun telah dijalani. Selain konseling dengan psikiater, dia ditangani dokter penyakit dalam dan jantung. Miskaulah datang ke RSUD Sidoarjo pada pukul 10.00.


Dia langsung menuju poli psikiatri dengan didampingi putri sulungnya, Siti Rohmah. Janda dua anak tersebut ditangani dokter spesialis kejiwaan RSUD dr Liana Nurhayati SpKJ.


Miskaulah sedikit takut setelah empat tahun tidak kontrol ke RSUD Sidoarjo. Namun, rasa takut itu sirna ketika teringat dengan keinginan untuk sembuh total dari kebiasaan makan ayam hidup-hidup.


’’Saya takut kalau dokter mengetahui kebiasaan saya (makan ayam hidup, Red) kambuh lagi,’’ kata Miskaulah kepada dokter Liana di ruang poli psikiatri.


Namun, dokter Liana langsung meyakinkan Miskaulah untuk tidak takut. Yang terpenting, Miskaulah harus jujur jika memang ingin sembuh. ’’Tidak perlu takut. Nanti saya bantu pengobatannya,’’ ujar dokter Liana.


Saat itu Miskaulah hanya melakukan konseling dengan dokter Liana. Mulai keinginan memakan ayam hidup yang kini kambuh hingga keluhan fisik. Khususnya rasa pusing terus-menerus dan sakit pada dada sebelah kiri.


’’Saya sebenarnya sudah sembuh, tapi masih sembunyi-sembunyi kalau makan ayam hidup sebulan sekali,’’ ungkap Miskaulah. Dokter Liana menjelaskan, pihaknya masih belum bisa memeriksa kepribadian Miskaulah.


Sebab, pasien memiliki keluhan fisik seperti pusing dan sakit pada dada kiri. Karena itu, dia merujuk Miskaulah untuk menjalani pemeriksaan ke poli penyakit dalam, jantung, dan gizi.


’’Usia Ibu Miskaulah sudah lebih dari 40 tahun. Dikhawatirkan, ada masalah kesehatan fisiknya. Jadi, harus ada pemeriksaan laboratorium dulu dengan teman-teman dokter lainnya,’’ terangnya.


Setelah pemeriksaan dari dokter penyakit dalam dan jantung dilakukan, dokter Liana diagendakan melakukan tes Minnesota multiphasic personality inventory (MMPI) 2 pada Kamis (12/1).


Yakni, tes psikometri untuk mengukur psikopatologi orang dewasa. Tujuannya, memberikan gambaran tentang dimensi kepribadian dan psikopatologi yang penting.


’’Masih wawancara psikiatri saja. Besok (Kamis, Red) baru dites MMPI 2,’’ ujarnya. Dokter Liana menuturkan, pihaknya masih belum bisa menjelaskan tentang apa yang dialami Miskaulah.


Yang jelas, pihaknya serius membantu pengobatan Miskaulah jika memang ingin sembuh. ’’Dulu kami pernah membantu. Tetapi, kami tidak bisa memaksa ketika pasiennya tidak mau kontrol,’’ katanya.


Setelah konseling dengan dokter Liana, Miskaulah langsung diperiksa dokter spesialis penyakit dalam dr Puguh Widagdo SpPD. Setelah itu, Miskaulah berobat ke dokter spesialis Jantung dr Hairudi Sugijo SpJP FIHA.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore