
Ilustrasi
JawaPos.com – Niat hati ingin berkunjung ke rumah saudara. Eh, malah mengantar Marsuki ke sel tahanan Mapolsek Prambon. Gara-garanya, di tengah perjalanan, pemuda 23 tahun itu bikin ulah. Warga asal Sidotopo, Surabaya, tersebut ternyata tertangkap tangan mencuri.
Ceritanya, Senin lalu (29/5) Marsuki hendak pergi ke rumah saudaranya di Mojosari, Mojokerto. Karena tidak punya motor, dia mengajak tetangganya, Achmad Saiful. Jadilah mereka berdua berangkat dengan menumpangi motor Honda Vario bernopol L 3593 TA.
Nah, saat melintas di Jalan Raya Prambon, pukul 13.30, ide jahat spontan terlintas di benak Marsuki. Dia ingin mencuri. Marsuki kemudian meminta temannya berhenti di toko mebel Al Zahra milik Irdhon Fachrian. Saiful yang sedang bokek setuju dengan aksi itu. ’’Dua pelaku berpura-pura ingin membeli lemari di sana,” ujar Kanitreskrim Polsek Prambon Ipda Dedi Agus Purwanto kemarin (30/5).
Dua orang itu lantas berbagi peran. Marsuki menarik perhatian korban dengan memintanya menunjukkan lemari yang bagus. Saat Irdhon lengah, Saiful langsung bertindak sebagai eksekutor. Pemuda 38 tahun asal Bangkalan, Madura, tersebut meraih telepon genggam milik korban yang ditinggal di atas meja. Saiful langsung ngeloyor keluar menuju motornya. Dia lantas menyalakan bel sebagai tanda bagi temannya untuk segera keluar dari toko.
Namun, aksi mereka tidak berjalan mulus. Irdhon sadar telah menjadi korban kejahatan. Dia bergegas mengejar kedua pelaku sembari berteriak maling. Beberapa saat berselang, Irdhon berhasil menangkap Saiful. ’’Korban mengejar, kemudian menjatuhkan motor yang ditumpangi kedua pelaku,” tutur Dedi.
Nasib Marsuki lebih baik daripada Saiful. Marsuki berhasil lari. Pemuda yang menderita kyphosis alias punggung bungkuk tersebut masuk perkampungan. Namun, usahanya untuk kabur tetap saja tidak berhasil.
Rupanya, di perkampungan itu, Marsuki salah meminta bantuan. Pelaku tidak sadar bahwa yang dimintai tolong adalah Bripka Iswandi, personel Reskrim Polsek Prambon. ’’Awalnya pelaku minta bantuan untuk dicarikan tempat sembunyi. Dalihnya mau dipukuli orang,” kata Dedi.
Seperti pepatah, ulo marani gepuk (ular mendatangi pemukul). Tidak lama berselang, korban dan warga tiba di lokasi Marsuki berhenti. Akhirnya diketahui bahwa Marsuki adalah pelaku pencurian. Iswandi pun langsung menggelandangnya ke mapolsek.
Di hadapan polisi, Marsuki mengaku ide untuk mencuri muncul secara tiba-tiba. Dia ingin membawa buah tangan ke rumah saudara. Namun, dia sedang tidak mengantongi uang. ’’Hasilnya dibagi berdua kalau berhasil. Tapi, ternyata malah tertangkap,” katanya. (edi/c7/hud)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
