Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Mei 2017 | 23.43 WIB

Celaka, habis Nyolong, Minta Tolong Polisi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com – Niat hati ingin berkunjung ke rumah saudara. Eh, malah mengantar Marsuki ke sel tahanan Mapolsek Prambon. Gara-garanya, di tengah perjalanan, pemuda 23 tahun itu bikin ulah. Warga asal Sidotopo, Surabaya, tersebut ternyata tertangkap tangan mencuri.



Ceritanya, Senin lalu (29/5) Marsuki hendak pergi ke rumah saudaranya di Mojosari, Mojokerto. Karena tidak punya motor, dia mengajak tetangganya, Achmad Saiful. Jadilah mereka berdua berangkat dengan menumpangi motor Honda Vario bernopol L 3593 TA.



Nah, saat melintas di Jalan Raya Prambon, pukul 13.30, ide jahat spontan terlintas di benak Marsuki. Dia ingin mencuri. Marsuki kemudian meminta temannya berhenti di toko mebel Al Zahra milik Irdhon Fachrian. Saiful yang sedang bokek setuju dengan aksi itu. ’’Dua pelaku berpura-pura ingin membeli lemari di sana,” ujar Kanitreskrim Polsek Prambon Ipda Dedi Agus Purwanto kemarin (30/5).



Dua orang itu lantas berbagi peran. Marsuki menarik perhatian korban dengan memintanya menunjukkan lemari yang bagus. Saat Irdhon lengah, Saiful langsung bertindak sebagai eksekutor. Pemuda 38 tahun asal Bangkalan, Madura, tersebut meraih telepon genggam milik korban yang ditinggal di atas meja. Saiful langsung ngeloyor keluar menuju motornya. Dia lantas menyalakan bel sebagai tanda bagi temannya untuk segera keluar dari toko.



Namun, aksi mereka tidak berjalan mulus. Irdhon sadar telah menjadi korban kejahatan. Dia bergegas mengejar kedua pelaku sembari berteriak maling. Beberapa saat berselang, Irdhon berhasil menangkap Saiful. ’’Korban mengejar, kemudian menjatuhkan motor yang ditumpangi kedua pelaku,” tutur Dedi.



Nasib Marsuki lebih baik daripada Saiful. Marsuki berhasil lari. Pemuda yang menderita kyphosis alias punggung bungkuk tersebut masuk perkampungan. Namun, usahanya untuk kabur tetap saja tidak berhasil.



Rupanya, di perkampungan itu, Marsuki salah meminta bantuan. Pelaku tidak sadar bahwa yang dimintai tolong adalah Bripka Iswandi, personel Reskrim Polsek Prambon. ’’Awalnya pelaku minta bantuan untuk dicarikan tempat sembunyi. Dalihnya mau dipukuli orang,” kata Dedi.



Seperti pepatah, ulo marani gepuk (ular mendatangi pemukul). Tidak lama berselang, korban dan warga tiba di lokasi Marsuki berhenti. Akhirnya diketahui bahwa Marsuki adalah pelaku pencurian. Iswandi pun langsung menggelandangnya ke mapolsek.



Di hadapan polisi, Marsuki mengaku ide untuk mencuri muncul secara tiba-tiba. Dia ingin membawa buah tangan ke rumah saudara. Namun, dia sedang tidak mengantongi uang. ’’Hasilnya dibagi berdua kalau berhasil. Tapi, ternyata malah tertangkap,” katanya. (edi/c7/hud)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore