Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Mei 2017 | 03.28 WIB

Sahur on the Road, Langsung Sentuh Yang Kurang Beruntung

REZEKI MALAM: Asdianto (kiri) menerima makanan sahur dari Bobbin Nila Prasanta Yudha di Jalan Yos Sudarso. - Image

REZEKI MALAM: Asdianto (kiri) menerima makanan sahur dari Bobbin Nila Prasanta Yudha di Jalan Yos Sudarso.

JawaPos.com – Memang ada berbagai cara untuk berbagi. Tidak melulu soal uang. Sebungkus nasi pun kadang lebih berarti dan lebih dibutuhkan.


’’Jadi, gerakan sahur on the road (SOTR) ini bertujuan bagi-bagi makanan sahur untuk mereka yang mungkin kurang beruntung,’’ kata Bobbin Nila Prasanta Yudha, koordinator lapangan Bhaksos'e Suroboyo.


Beberapa motor dan sebuah mobil terus bergerak dengan membawa ratusan bungkus nasi. Jalan-jalan kecil pun tidak luput dari sasaran Tim SOTR. Tidak sedikit dari tim Bhaksos'e Suroboyo yang menemui cerita memilukan. Misalnya, yang ditemui tim baksos wilayah selatan dan barat.


Tim Bhaksos'e Suroboyo menyusuri salah satu kompleks ruko di kawaan Ngagel Jaya Selatan. Tampak seorang lelaki yang tidur di emperan salah satu toko. Pemulung. Dia memang terbiasa tidur di tempat itu. Kegiatan sehari-harinya pun hanya berkutat di TPS dekat ruko tersebut.


Hal yang hampir sama ditemui tim dari wilayah selatan dan barat. Seorang kakek tampak membungkus badannya dengan sarung. Dia juga memakai kaus tangan dan kaki untuk sekadar melindungi diri dari gigitan nyamuk. Orang itu berbaring di atas becaknya yang terparkir di pinggir Kali Suroboyo, tidak jauh dari Terminal Joyoboyo.


Sontak, dia terbangun saat tim Bhaksos'e Suroboyo mendekatinya. Rasa senang tergambar dari pria tua berumur 63 tahun tersebut. Dia mengaku tidak pulang karena belum mendapatkan uang seper pun dari hasil mengayuh becak. ’’Belum berani pulang, belum dapat uang blas ini,’’ ungkap Suprapto dengan suara lirih.


Bukan hanya cerita memilukan, cerita menggelikan pun menjadi pewarna dini hari itu. Seorang tukang becak tampak tidur nyenyak di pinggir Jalan Raya Ngagel. Kedatangan Bhaksos'e Suroboyo ternyata tidak disambut dengan tangan terbuka. Tetapi dengan entakan tangan yang cukup keras. ’’Saya pikir siapa tadi yang datang. Lha kaget mara-mara nggugah (kaget tiba-tiba dibangunkan),’’ ucap Abdul Qobir, lelaki itu, lantas tersenyum dan meminta maaf.


Komitmen Bhaksos'e Suroboyo untuk menebar kebaikan dan kepedulian dengan sesama akan terus berlanjut. Mereka akan terus berupaya menjadi pionir dalam gerakan sosial di Surabaya. (gal/c15/dos)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore