
Sepak Terjang si Pengedar
JawaPos.com – Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim berhasil membekuk Sutrisno, seorang pengedar narkotika. Karena melawan, Sutrisno terpaksa ditembak. Dia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit (RS).
Tertangkapnya Sutrisno berawal dari electronic surveillance yang dilakukan BNNP Jatim. Hasilnya, ditemukan indikasi peredaran narkotika di wilayah perbatasan Sidoarjo–Pasuruan. Dari situ, diketahui bahwa pelaku adalah pria asal Jabon, Sidoarjo, tersebut. ’’Dari pergerakannya, dia hendak mengirim narkotika ke Bali melalui jalur darat,” ujar Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra.
Berdasar pengamatan petugas BNNP, terdapat peningkatan aktivitas komunikasi yang dilakukan Sutrisno. BNNP juga melakukan deep undercover untuk memantau pola jaringan Sutrisno. ’’Sebelumnya, kami mem-profiling tersangka agar mudah mendeteksi alur dan pola geraknya,” ungkap Wisnu.
Petugas BNNP Jatim mendapati Sutrisno sedang melakukan persiapan kemarin dini hari (27/4). Sekitar pukul 04.00, Sutrisno keluar dari rumahnya dengan perlengkapan berkendara jarak jauh.Dia menggunakan sepeda motor matik berwarna hitam. ’’Dia hendak mengirim paket ke Bali,” ucap Wisnu.
Saat Sutrisno bergerak menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, tepatnya di poros jalan Desa Kedungrejo, petugas BNNP menghentikan laju pria 30 tahun itu. Namun, Sutrisno tak mau berhenti. Dia malah berusaha menabrak petugas. ’’Untung, tidak ada petugas yang terluka,” kata Wisnu.
Sutrisno terus memacu kendaraannya ke arah Desa Trompoasri, Jabon. Petugas lapis kedua yang sudah bersiaga berupaya memberikan tembakan peringatan. Namun, hal itu tidak dihiraukan Sutrisno. Laju kendaraannya malah semakin kencang. ’’Karena tidak digubris, petugas melakukan tembakan terarah,” tutur polisi asal Bandung tersebut.
Timah panas petugas BNNP Jatim menembus dada Sutrisno.Setelah penembakan, Sutrisno masih bersikukuh melarikan diri.Sepeda motornya kembali dipacu. Namun, sekitar 1 km dari lokasi penembakan, tepatnya di Desa Minggir, Sutrisno roboh setelah sempat menabrak warga yang hendak pergi ke masjid.
Sutrisno sempat dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk mendapat penanganan medis. Namun, dokter menyatakan bahwa Sutrisno sudah tewas. Dari tangan Sutrisno, petugas menyita 600 gram narkotika jenis sabu-sabu. Selain itu, ada 30 butir pil yang diduga narkotika jenis MDMA. Barang bukti tersebut disimpan rapi dalam kresek hitam dan disembunyikan di bodi bagian bawah sepeda motor. ’’Modus ini memang beberapa kali sukses mengelabui polisi dan petugas pelabuhan,” tutur Wisnu.
Saat ini, petugas melakukan pengejaran terhadap jaringan yang setara dengan Sutrisno. Diduga, masih ada pihak yang mengedarkan narkotika ke daerah lain. Pengendalinya diduga adalah narapidana dari Lapas Porong. ’’BNNP Jatim akan terus melanjutkan perang terhadap peredaran narkotika, termasuk menindak tanpa pandang bulu,” tegas Wisnu.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya Riyanto menyatakan belum tahu perihal kasus yang menimpa Sutrisno. Termasuk dengan narapidana siapa Sutrisno selama ini menjalin kontak. ’’Saya baru tahu dari Anda ini,’’ ujarnya ketika dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon Kamis (27/4) malam.
Riyanto mengakui, memang benar ada narapidana Lapas Porong yang terlibat. Pihaknya pun akan bersikap kooperatif. Pihak lapas bakal membuka pintu seluas-luasnya jika BNNP Jatim ingin melakukan pengusutan. Apalagi, selama ini pihaknya berkomitmen memberantas narkoba. ’’Selama ini kami sudah melakukan razia setiap dua hari sekali. Nanti kami tingkatkan lagi,’’ ujarnya. (aji/c18/c14/git/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
