Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Mei 2017 | 17.15 WIB

Tawarkan Musyaffa di Kursi Cawagub

CARI PENDAMPING: PPP menginginkan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bisa maju bersama Musyaffa Noer. - Image

CARI PENDAMPING: PPP menginginkan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bisa maju bersama Musyaffa Noer.


JawaPos.com- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai menunjukkan sikapnya pasca ramainya surat kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai partai yang juga dilahirkan dari organisasi tersebut, PPP menyatakan bahwa terbuka kemungkinan untuk ikut mendukung nama yang sudah disodorkan NU, Saifullah Yusuf.



Wakil gubernur petahana tersebut kini memang sudah diusung oleh PKB. Namun, PPP tidak menutup kemungkinan akan berkoalisi mencalonkan Gus Ipul untuk memperebutkan kursi Jatim I. Keputusannya pun belum final.



’’Kami belum akan terburu-buru mengumumkan atau menetapkan siapa sehingga kami masih terbuka, termasuk untuk Gus Ipul,” ungkap Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy.



Romi menuturkan, PPP sangat mendukung keputusan para kiai sepuh untuk hanya memajukan satu calon dari NU. ’’Sehingga tidak membingungkan partai-partai berbasis NU lainnya untuk Jatim I,’’ ujarnya. Untuk itu, pihaknya kini sedang menunggu petunjuk ulama terkait dengan nama yang akan diusung.



Meski PKB dan NU sudah mengumumkan nama Gus Ipul, Romi mengingatkan masih ada kader kuat lain yang tidak boleh diremehkan. Yakni, Khofifah Indar Parawansa. Apalagi, dalam dua periode pertarungan pilgub terakhir, figur yang kini menjabat menteri sosial tersebut selalu diusung dan memiliki kekuatan yang seimbang dengan petahana. ’’Pada 2007, kami menjadi pengusung Bu Khofifah. Kemudian 2013, PKB yang mengusung Bu Khofifah,” katanya.



Rencananya, PPP akan tetap mengusung Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer sebagai calon wakil gubernur. ’’Kami tetap dalam posisi mendorong ketua DPW untuk menjadi Wagub,’’ ucapnya.



Romi menjelaskan, pencalonan kader internal tersebut cukup beralasan. Musyaffa dikenal malang melintang di legislatif berkali-kali. ’’Itu yang akan kami jadikan bahan untuk berkompetisi,’’ tuturnya.



Dengan demikian, komposisi pasangan cagub-cawagub yang dimajukan PPP akan menjadi hijau-hijau. Apakah PPP tidak mempertimbangkan tradisi nasionalis-NU yang selama ini sudah berjalan di Jatim? ’’Ndak ada logika seperti itu,” ujar Romi.



Dia mencontohkan kasus SBY-Boediono pada Pilpres 2009. Dua calon tersebut berasal dari satu akar, yakni Jawa Timur. Saat itu banyak yang sangsi bahwa dua calon dari satu daerah bisa memenangkan panggung pilpres. ’’Tapi, nyatanya menang,’’ ungkapnya. Menurut Romi, hal serupa sangat mungkin terjadi di Jawa Timur.



Mengenai koalisi, PPP saat ini masih dalam tahap mengintensifkan komunikasi dengan beberapa partai lain. Baik kepada pimpinan parpol tingkat nasional maupun provinsi. ’’Hampir semua partai politik. Kami juga berkomunikasi dengan PAN, PKS, dan lain sebagainya,’’ ucapnya.



Pendaftaran kader akan dibuka mulai 1 Juni mendatang. Romi menyatakan telah menginstruksi ketua DPW untuk membuka pendaftaran tepat waktu. ’’Kebetulan saat ini sedang umrah, setelah pulang nanti, diperintahkan buka pendaftaran,’’ jelas Romi. (deb/c20/git)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore