Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 April 2017 | 23.10 WIB

Barisan Baru Desa Melangkah, Bermunajat agar Makin Makmur

MENGENANG ULAMA: Juru kunci makam Desa Jiken Buchori mempersiapkan pelataran untuk haul Mbah Ja’far Sabtu (22/4). - Image

MENGENANG ULAMA: Juru kunci makam Desa Jiken Buchori mempersiapkan pelataran untuk haul Mbah Ja’far Sabtu (22/4).


JawaPos.com – Masyarakat Desa Jiken, Tulangan, dengan mengenakan pakaian serbaputih Sabtu (22/4) berbondong-bondong menuju makam desa. Mereka memenuhi kawasan makam desa setempat. Saat itu Desa Jiken menggelar peringatan haul Ja’far Shodiq atau dikenal juga sebagai Mbah Ja’far.



Di area makam Islam Desa Jiken tersebut, Ja’far Shodiq dimakamkan. Lokasinya berada di RT 5, RW 1. Dari jauh, makam tersebut memang terlihat sama dengan kawasan pemakaman pada umumnya. Pagar putih setinggi 1 meter mengelilingi kawasan itu. Batu-batu nisan sederhana dicat putih. Pohon kamboja tampak tumbuh di beberapa titik. Bunganya putih dengan semburat warna kuning bermekaran.



Di bagian tengah makam, terdapat sebuah makam dengan kesan berbeda. Ya, makam itu adalah makam Mbah Fa’jar. Meski nisan dan batu pemakamannya masih sama, makam itu dilindungi dengan pendapa kecil. Lengkap dengan atap dan dinding yang dicat putih bersih. Perbedaannya juga terletak pada kerumunan warga yang mengelilingi makam tersebut.



Ja’far Shodiq adalah ulama sekaligus sesepuh yang menyebarkan Islam melalui pendidikan di Desa Jiken. Jasanya terus diingat dan dihayati segenap masyarakat desa secara turun-temurun. Menurut Kepala Desa Jiken Supomo, Mbah Ja’far merupakan ulama yang tersohor. Tidak hanya di Tulangan, tapi juga di Jawa Timur. ’’Peninggalannya berupa masjid tertua kedua setelah Masjid Al Abror Kauman,” ungkapnya.



Peringatan tersebut diadakan setiap Rajab. Masyarakat diajak mengenang kembali perjuangan Mbah Ja’far dalam menyebarkan ilmu agama serta pengetahuan sosial. Terutama dalam mengajarkan perlunya bergotong royong untuk mencapai kemakmuran. ’’Ya nggak makmur secara materi saja. Tapi, juga secara batiniah harus ayem,” imbuh Supomo yang malam itu juga memimpin doa bersama.



Lantunan zikir menggema sejak bakda magrib. Rangkaian Asmaul Husna dikumandangkan bergantian untuk melengkapi munajat yang mereka panjatkan. Supomo mengatakan bahwa zikir dengan menyebutkan 99 nama Allah SWT merupakan ajaran Mbah Ja’far yang selalu dipegang teguh dan diajarkan sejak dirinya masih anak-anak. ’’Harapannya ya Desa Jiken makin makmur. Habis ini pasar desa di-launching, semoga membuat warga tambah baik ekonominya,” ucap Supomo. (via/c7/dio/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore