Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Juni 2017 | 22.14 WIB

Gandeng Iuwash, Tangani Air Bersih dan Sanitasi

MEMBANTU: COP Iuwash USAID Plus Louis O - Image

MEMBANTU: COP Iuwash USAID Plus Louis O

JawaPos.com- Cakupan layanan air bersih PDAM Delta Tirta Sidoarjo masih menjadi persoalan. Maklum, hingga kini mayoritas warga belum bisa mendapatkan suplai air dari BUMD pemkab Sidoarjo tersebut. Selain persoalan air bersih, sanitasi menjadi problem serius. Karena itu, pemkab Sidoarjo membuat perjanjian kerja sama dengan Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (Iuwash).



Berdasar data, PDAM Delta Tirta baru bisa memberikan layanan air bersih sekitar 37,94 persen. Sekitar 30,06 persen warga swadaya untuk mencukupi kebutuhan air minum dengan jaringan perpipaan terlindungi. Yakni, sumur, galon, serta Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam). Adapun, untuk sanitasi dasar, baru bisa terpenuhi 74,45 persen.



Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo Achmad Zaini menuturkan, kondisi kualitas air memang menjadi kendala tersendiri di Kota Delta. Hal itu merupakan konsekuensi Sidoarjo sebagai kawasan industri. Kehadiran pabrik tentu membawa perubahan pada kualitas atau kejernihan air. ”Tidak sedikit pencemaran air yang ditemukan,” katanya.



Suplai air pun rendah. Penyebabnya, pertumbuhan penduduk Sidoarjo makin pesat. Saat ini jumlah warga Sidoarjo berkisar 2,3 juta jiwa. Menurut Zaini, kebutuhan warga akan air minum memang belum bisa dipenuhi pemkab. Kinerja PDAM Delta Tirta belum maksimal. Belum separo warga yang teraliri jaringan PDAM. Sebagai solusinya, pemkab membina warga yang menggunakan air sumur dan Hippam.



Sanitasi juga menjadi persoalan. Hingga kini, cukup banyak permukiman yang kumuh dan penuh sampah. Nah, problem dasar itu harus tuntas pada 2019. Sebab, pemerintah sudah mencanangkan program 100-0-100 atau 100 persen masyarakat punya akses sanitasi yang layak, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen masyaralat tercukupi air minum.



Untuk mewujudkan target itu, pemkab bekerja sama dengan Iuwash USAID Plus. Menurut Zaini, lembaga itu akan membantu pemkab mencapai target 100-0-100 tersebut.



Selain upaya itu, untuk mendongkrak bahan baku air bersih, pemkab berencana mengaktifkan kembali dua kali mati. Yakni, di wilayah Prambon dan Jabon. Menurut Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, dua sungai tersebut akan menjadi long storage untuk PDAM Delta Tirta. ”Untuk cadangan air,” lanjutnya.



Saiful optimistis target universal 100-0-100 itu bisa dipenuhi. Pihaknya berharap Iuwash USAID Plus serta pembangunan long storage tersebut menjadi solusi minimnya air bersih.



COP Iuwash USAID Plus Louis O'Brien mengatakan, pihaknya akan mendukung pemkab mencapai target-target tersebut. Misalnya, dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas lembaga. Salah satu kegiatan yang bakal dilakukan adalah merevitalisasi instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). ”Saya yakin Sidoarjo mampu memenuhi target tersebut,” tandasnya. (aph/c7/hud)




Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore