
Salman alias M. Imam (kaos biru paling kanan).
JawaPos.com - Selama sepekan terakhir, polisi bekerja keras memburu tujuh orang tahanan yang kabur dari Mapolsek Tambaksari, Surabaya. Yang paling susah diburu adalah tersangka yang terakhir kali ditangkap. Dia adalah Salman alias M. Imam.
Polisi sempat kewalahan memburunya lantaran dia memalsukan identitas. Saat ditangkap, dia asal menyebutkan nama Salman dan tempat tinggalnya. "Nama aslinya M. Imam. Dia ngaku umur 17 pas masuk (sel tahanan, red)," ujar salah seorang polisi yang ikut menangkapnya di Sampang, Madura, Minggu (23/4).
Selama pencarian itu, korps seragam cokelat hampir putus asa. Namun, mereka akhirnya mendapat petunjuk terang saat masuk hari ke-lima perburuan. Mereka mengantongi nama aslinya setelah memeriksa beberapa berkas internal.
Mereka kemudian mendatangi Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung Sampang pada Minggu malam. Akses masuk ke sana cukup sulit. Jalan becek sempat membuat mobil polisi terperosok. "Ada tiga tim antibandit yang ke sana. Rayon I, VI, dan VII," imbuhnya.
Polisi tidak langsung menangkap Imam. Mereka mengamankan ayahnya terlebih dahulu. Dia lantas menunjukkan di mana anaknya bersembunyi.
Ketika digrebek sekitar pukul 19.30, Imam tidak bisa berbuat apa-apa. Posisinya sudah terkepung. Dari tangannya, polisi menemukan beberapa perlengkapan curanmor. "Memang ada kunci T di sana. Ini yang masih kami selidiki apakah dia merupakan pemain curanmor atau bukan," terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Senin siang (24/4).
Imam sendiri masuk penjara karena kasus curat. Dia mencuri handphone. Dengan penemuan kunci T tersebut, polisi masih berupaya untuk mencari petunjuk lain. Mereka sudah mendapati satu nama pelaku curanmor yang kemungkinan besar pernah beraksi bersama Imam.
Yang jelas, Imam bakal dijerat pasal berlapis. Mulai dari kasus curat yang dilakukannya, merusak properti negara, hingga pemalsuan identitas. "Memang kami akan tambahkan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan identitas ke berkas pemeriksaannya," tegas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu. (did/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
