
Gedung Setan Banyuurip di potret dari Flyover Diponegoro Pasar Kembang.
JawaPos.com - Siapa warga Surabaya yang tak mengenal Gedung Setan? Gedung sepuh itu masih berdiri megah di Jalan Banyu Urip Wetan 1A nomor 107, Surabaya. Penampakanya tampak lusuh layaknya gedung-gedung tua yang menyimpan banyak sejarah. Begitu pula Gedung Setan. Dia menyimpan banyak kenangan yang menjadi bagian dari Kota Surabaya.
Kejadian itu berawal saat kerusuhan rasial meletus di Tanah Air pada 1946 hingga 1948. Korbannya warga etnis Tionghoa. Di beberapa kota besar rumah-rumah dibakar, dibom, dan tak sedikit penghuninya yang disiksa. Sebagian dari mereka mengungsi ke daerah timur, yakni Surabaya. Gedung Setan pun menjadi salah satu tempat persembuyian mereka.
Kini penampakan luar gedung memang horor. Karenanya begitu populer dengan sebutan Gedung Setan. Berbagai cerita urban legend menyeruak dimasyarakat. Mulai dari cerita misteri tentang nonik belanda yang kerap menampakkan diri hingga menelisik kehidupan para penghuninya.
Gedung Setan semula dihuni oleh 25 KK yang semuanya etnis Tionghoa, hingga sekarang beranak pinak hingga empat generasi.
Selama itu, mereka tinggal bersama dan saling berbagi dalam segala hal. Bagian dalam gedung pun disulap menjadi bilik-bilik yang mereka sebut ”rumah”. Luasnya beragam. Di dalam sana, segala kegiatan bisa dilakukan. Bahkan bisa untuk memelihara anjing.
Satu gedung. Satu alamat. Jadi, bisa dibayangkan satu alamat yang dihuni orang sebanyak itu. ”Kalau ada paket ya bisa diterima siapa saja. Tapi tenang, pasti sampai ke yang bersangkutan kok,” ucap pengurus Gedung, Sutikno Djijanto.
Wartawan dan fotografer Jawa Pos merekam kehidupan mereka sehari-hari.
Penasaran? Intip cerita tentang Gedung Setan di lembar Metropolis, Jawa Pos edisi 22 Maret 2017. (*)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
